BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus kenakalan anak di Kota Banjarmasin kembali menjadi sorotan. Setelah viralnya video dua remaja bermesraan di kawasan Jafri Zamzam, kini muncul temuan baru, sebuah rumah di RT 20 Gang Gusti, Teluk Tiram, Jalan Antasan Kecil, yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul anak-anak hingga remaja.
Rumah tersebut sempat didapati langsung oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada Kamis (4/6/2026), ketika petugas menindaklanjuti laporan adanya lokasi rawan kenakalan remaja.
Saat itu, petugas menemukan empat anak perempuan SD berseragam sasirangan sedang berkumpul di dalam rumah.
“Memang sebelum viral kami pernah kunjungan ke sana karena ada laporan. Kami mendapati ada empat anak SD dengan pakaian seragam. Tempatnya kumuh sekali dan sebenarnya perlu pengawasan orang tua,” ujar Binmas Satpol PP Kota Banjarmasin, Abdu Salam, pada Selasa (9/6/2026).
Satpol PP menegaskan bahwa penanganan kasus ini membutuhkan koordinasi dengan pihak kelurahan dan intansi terkait, mengingat aktivitas berlangsung di dalam rumah yang merupakan kawasan privat.
“Kami tidak bisa serta merta masuk ke dalam rumah. Akhirnya kami minta backup dengan Babin dan kelurahan. Ternyata sudah viral duluan,” tambah Abdu Salam.
Video kondisi rumah tersebut kemudian viral di TikTok, memperlihatkan ruangan kumuh, coretan di dinding, serta kamar yang berantakan.
Baca juga: Antisipasi Politik Uang, DPMD Tapin Ingatkan Calon Kades Bisa Didiskualifikasi
Jurnalis Banjarmasin Post yang menelusuri lokasi mendapati rumah tampak tak terawat, dengan pintu terbuka dan ruang tamu berantakan, serta kaleng-kaleng lem fox yang berserakan di depan halaman rumah.
Seorang remaja laki-laki dan seorang remaja perempuan tiba-tiba keluar dari dalam rumah.
“Rumah ulun, abah kerja jadi ulun sendiri. Ini (si perempuan) bukan keluarga, cuma kawan. Biasa kekawanan nongkrong di sini, tapi yang ganal (orang dewasa) tidak ada lagi, kada dibolehi orang karena biasa membawa binian,” ujar Y remaja yang mengaku sebagai anak dari pemilik rumah.
Dengan polosnya Y (15) mengatakan bahwa rumah memang kerap dijadikan tempat mongkrong anak-anak hingga remaja.
Y mengaku tinggal sendiri di rumah karena ayahnya sedang pergi bekerja. Y juga mengakui kaleng-kaleng bekas lem fox di halaman rumah merupakan sisa aktivitas teman-temannya.
“Biasa me lem fox ae buhannya, kalau malam minggu rame juga beramian,” ungkapnya.
Satpol PP pun berencana memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menindaklanjuti kasus ini, sekaligus mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)