Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, mengajak pelaku usaha lokal memanfaatkan platform e-katalog untuk menembus pasar pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pasalnya, keberadaan e-katalog membuka peluang yang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk dan jasanya secara langsung kepada pemerintah tanpa proses yang rumit.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Katalog bagi penyedia barang dan jasa serta pelaku usaha di Kabupaten SBT, Selasa (9/6/2026).
"Kehadiran e-katalog bukan sekadar sebuah aplikasi, melainkan instrumen penting untuk mewujudkan pengadaan yang lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan terbuka bagi seluruh pelaku usaha," kata Fachri.
Ia menjelaskan, transformasi digital telah menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam sistem pengadaan barang dan jasa.
Karena itu, para pelaku usaha lokal perlu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan dan mampu memanfaatkan peluang yang tersedia.
Baca juga: KORAB Aksi Demonstrasi Soroti Masalah Proyek Kota Terpadu Mandiri di Kobi Malteng
Baca juga: Tiga Kementerian Siapkan Dukungan untuk Hilirisasi Sagu SBT, Potensi DAK Capai Rp. 75 Miliar
Fachri menilai e-katalog dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha lokal, sekaligus mendorong peningkatan perputaran uang di daerah.
"Dengan demikian, perputaran ekonomi daerah dapat meningkat dan memberi manfaat bagi pembangunan serta dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat," ujarnya.
Kata dia, pihaknya memiliki komitmen untuk mendorong produk-produk lokal agar mampu bersaing dan menjadi pilihan utama dalam pengadaan pemerintah.
"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya melalui peningkatan kualitas produk, profesionalisme layanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," pintanya.
Ia berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang dapat tampil dalam katalog elektronik pemerintah.
"Kepada seluruh perangkat daerah, saya mengharapkan agar senantiasa memberikan dukungan dan pendampingan kepada pelaku usaha lokal sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang dapat masuk dalan tayang dalam e-katalog," tandasnga.
Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan implementasi e-katalog tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan kesiapan dan partisipasi aktif para pelaku usaha.
"Dengan demikian, belanja pemerintah benar-benar dapat menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," tutupnya.(*)