Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Hingga hari ini, Selasa (9/6/2026), Hunian Tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, belum juga dibangun.
Diketahui, pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tenggara pada 25 November 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara telah mengusulkan sebanyak 345 Huntap.
Baca juga: Sebanyak 164 KK Korban Banjir di Aceh Tenggara Belum Terima Bantuan DTH Rp1,8 Juta
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal kepada wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi pada Selasa (9/6/2026), mengatakan pascabanjir bandang yang terjadi di Aceh Tenggara, pihak BPBD telah mengusulkan 345 Kartu Keluarga (KK) untuk dibangun Huntap.
Ia menjelaskan, setiap Huntap dialokasikan anggaran Rp60 juta per unit.
Namun, lebih lanjut Dodi Sukmariga Tajmal mengatakan, untuk pembangunan Huntap hingga hari ini belum ada kepastian kapan akan direalisasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.
Menurutnya, data-data para korban banjir bandang di Aceh Tenggara telah diberikan kepada pihak BNPB.
Bahkan, lokasi tanah untuk pembangunan Huntap telah disiapkan oleh pihak Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tenggara.
"Namun, sampai hari ini Selasa (9/6/2026), belum ada informasi kepastian kapan Huntap dibangun di Kabupaten Aceh Tenggara," tutup Dodi.
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil
Sementara itu, salah satu korban banjir bandang di Desa Ketambe, Aceh Tenggara, Ramlah (41) mengatakan, ia bersama suami serta lima orang anaknya terpaksa menumpang tinggal di rumah ibu kadungnya di desa yang sama.
Saat ini, ia mencari rezeki dengan berjualan makanan ringan, berupa jajanan anak-anak hingga minuman ringan dan kopi.
Ramlah sebagai korban banjir cukup berharap Huntap dapat dibangun secepatnya.
Karena saat ini, mereka masih menumpang sementara waktu di rumah orang tuanya sambil menunggu bantuan rumah.
Sementara itu di lokasi terpisah, Pengulu Kute (Kepala Desa) Ketambe, Lahat mengatakan, bahwa di desa yang ia pimpin terdapat 74 usulan Huntap.
Namun, hingga saat ini belum ada satu pun Huntap yang dibangun.
"Sudah enam bulan lebih pascabanjir bandang. Dalam musibah itu 60 rumah yang total hanyut bersama dengan tapak tanahnya.
Makanya, saat ini, korban banjir ada yang mengungsi di rumah familinya, di fasilitas umum seperti Damkar, TPA, rumah sekolah, dan lokasi-lokasi lainnya sebagai tempat tinggal sementara menunggu adanya Huntap dibangun," ungkap Lahat. (*)
• Saluran Parit di Aceh Tenggara Masih Menumpuk Sedimen, Kinerja BPJN Aceh Dikritik Warga