TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, menjadi korban aksi begal. Korban bernama Indy br Sinaga ini, dibegal saat melintas di atas flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Minggu (7/6/2026) subuh.
Saat dikonfirmasi, Indy menceritakan awalnya ia bergerak dari rumah di kawasan Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur dan akan berangkat menuju ke Lapas Tanjung Gusta. Nahas, saat melintas di atas flyover sekira pukul 05.40 WIB dirinya dipepet oleh para pelaku begal berjumlah lima orang yang mengendarai dua sepeda motor.
Ia bercerita, karena niatnya berangkat kerja ia tak menaruh curiga adanya orang yang sedang mengintainya saat melintas di atas flyover. Saat itu, ia awalnya diberhentikan oleh para pelaku yang semula datang dengan menaiki satu sepeda motor. Tak lama berselang, para pelaku lainnya yang mengendarai satu sepeda motor lagi langsung memepetnya dari belakang.
Dari penglihatannya, para pelaku tampak membawa sejumlah senjata seperti kayu maupun senjata tajam. Nahasnya, saat itu ia tak bisa memberikan perlawanan pasalnya tak ada pengendara yang melintas untuk memberikan pertolongan.
"Pas kebetulan di situ memang kebetulan enggak ada yang lewat. Enggak ada rasa diikuti, terus tiba-tiba itu, ya langsung aja kayak mereka itu kayak langsung nge-stop gitu dari depan," ujar Indy, Selasa (9/6/2026).
Ia mengaku, para pelaku yang berjumlah lima orang ini mengepung sepeda motornya dari depan dan belakang. Tak berselang lama, para pelaku langsung meminta agar Indy segera menyerahkan kunci sepeda motornya.
Bahkan, dirinya mengatakan para pelaku sempat mengancam melukai jika ia tak segera menyerahkan sepeda motornya. Saat kejadian itu, dirinya menjelaskan kondisi di sekitar lokasi dalam keadaan gelap gulita.
"Mereka langsung minta kunci, minta sini, minta sini, minta kunci, minta kunci, nanti ku pukul, kasih kuncinya gitu. Jadi karena aku sangking takutnya, ya aku kasih aja. Terus mereka langsung pergi gitu kan. Terus di situ aku sadar," ucapnya.
Katanya, ia melihat perawakan para pelaku layaknya pemuda yang masih berusia sekitar belasan tahun. Namun, karena para pelaku saat itu mengenakan jaket hodie ia tak terlalu jelas melihat tanda-tanda khusus pada wajah pelaku.
Usai kejadian itu, ia langsung berlari menyelamatkan diri menuju ke bagian bawah flyover. Sambil mengingat ke belakang, ia menceriakan kondisi saat itu ia berlari mencoba mencari pertolongan sambil tak kuasa menahan tangisnya.
Setibanya di bawah flyover, ia sempat bertemu dengan seorang pria yang saat itu hanya mengenakan kaus kutang yang mana ia juga masih ketakutan. Tak jauh dari lokasi itu, ia kembali menemukan sejumlah pria lantas ia langsung meminta pertolongan.
"Terus aku lari-lari nangis-nangis. Setelah itu adalah, cowok itu datang pakaian rapi gitu kan. Terus itu aku panggil. Tapi itu sama orangnya di belakang ada, jualan donat gitu," katanya.
"Terus abang itu datang. Nanya kenapa, aku tuh bilang sambil nangis-nangis, aku tuh baru dibegal ku bilang," tambah Indy.
Setelah menceritakan apa yang telah dialaminya kepada sejumlah pria itu, ia lantas diantarkan oleh salah satu pria untuk membuat laporan ke Polsek Medan Timur. Perihal laporan ini, Kapolsek Medan Kompol Agus M Butarbutar, menjelaskan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kasusnya masih kita kembangkan," pungkas Agus. (mns/tribun-medan.com)