Indy Boru Sinaga, Wanita yang Dibegal di Flyover Brayan Medan Ternyata PNS di Lapas Tanjung Gusta
Randy P.F Hutagaol June 09, 2026 05:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi kejahatan jalanan atau begal kembali terjadi dan meresahkan masyarakat di wilayah Kota Medan.

Kali ini, peristiwa pembegalan tersebut menimpa seorang wanita bernama Indy br Sinaga (31) yang merupakan warga Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur.

Korban yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lapas Tanjung Gusta ini dibegal saat hendak berangkat menuju tempat kerjanya pada Minggu (7/6/2026) kemarin.

Aksi pembegalan yang menegangkan tersebut dialaminya ketika ia sedang melintas di kawasan Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur.

Diadang Komplotan Begal Bersenjata Tajam Saat Kondisi Jalanan Sepi

Indy menjelaskan bahwa ia awalnya berangkat dari kediamannya sejak subuh sekira pukul 05.30 WIB karena harus mengejar shift pagi.

Sebagai petugas di bagian penjagaan tahanan wanita yang baru setahun bekerja, ia mengaku baru saja pindah rumah ke kawasan Medan Timur.

"Saya mau berangkat kerja, masuk shift pagi," ujar Indy saat memberikan konfirmasi mengenai kejadian tersebut pada Selasa (9/6/2026).

"Saya kerja di Tanjung Gusta di bagian penjagaan tahanan wanita," sambungnya memperinci status pekerjaannya.

"Baru kerja setahun, kebetulan memang aku baru pindah ke arah sana ini," jelas Indy lebih lanjut.

"Sebelumnya kan memang aku, kontraknya kan memang kantor dekat Lapas," tambahnya.

Karena baru menetap di lingkungan baru, Indy mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi kerawanan jalur perjalanannya saat subuh.

Ia semula mengira kondisi jalanan akan tetap aman lantaran situasi Flyover Brayan biasanya sangat padat ketika ia melintas pada siang hari.

"Jadi setengah enam itu berangkat lah aku dari rumah," ungkap wanita berusia 31 tahun tersebut.

"Terus aku kayak mikirnya kan, biasanya kalau aku masuk siang kan ya rame gitu," kenang Indy mengenai asumsi awalnya.

"Terus aku mikir ya mungkin karena masih pagi, ya udah aku enggak ada pikiran apa-apa gitu, lewatin aja kayak biasa aja," tuturnya.

Motor Honda Vario Raib Digondol dan Korban Laporkan Kejadian ke Polisi

Saat mulai berkendara menaiki flyover, Indy mengaku sama sekali tidak menaruh curiga atau melihat adanya tanda-tanda sedang diincar.

Namun tanpa diduga, laju sepeda motornya langsung diadang secara paksa oleh para pelaku dari arah depan.

"Enggak ada rasa diikuti, terus tiba-tiba itu, ya langsung aja kayak mereka itu kayak langsung nge-stop gitu dari depan," kata Indy menceritakan detik-detik pembegalan.

Komplotan begal tersebut awalnya datang dengan mengendarai satu unit sepeda motor untuk menghentikan laju kendaraan korban.

Tidak lama berselang, beberapa pelaku lainnya yang menaiki sepeda motor berbeda langsung memepet posisi korban dengan ketat dari arah belakang.

Berdasarkan penglihatan korban, para pelaku tampak membawa sejumlah senjata berbahaya seperti kayu hingga senjata tajam.

Nahas, Indy tidak mampu melakukan perlawanan ataupun berteriak meminta pertolongan karena tidak ada satu pun pengendara lain yang melintas di lokasi.

"Pas kebetulan di situ memang kebetulan enggak ada yang lewat," tutur Indy dengan rasa takut yang mendalam.

"Aku takut karena aku bawa tas di belakang, ranselku itu, handphone semua di belakang, cuman aku takut kayaknya mereka juga pasti ngambil semuanya gitu," cemasnya saat kejadian.

Akibat aksi pembegalan sadis tersebut, Indy mengaku masih mengalami syok berat dan kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Vario miliknya yang dibawa kabur pelaku.

Ia kini telah resmi membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Timur agar kasus ini dapat segera dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Indy sangat berharap kepada pihak kepolisian agar bisa segera mengungkap dan menangkap para pelaku yang teridentifikasi masih tergolong usia remaja tersebut.

(Muhammad Nasrul/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.