Server SPMB Brebes Lemot Parah, Antrean Verifikasi Mengular hingga Berjam-Jam
raka f pujangga June 09, 2026 05:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Sejumlah Wali Murid di Brebes Jawa Tengah mengeluhkan Lemotnya server verifikasi data Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Akibatnya, dari total quota 22 ribu calon peserta didik dari jenjang TK-SMP saat ini harus bersabar saat mengurus berkas pendaftaran yang tinggal dua hari kedepan.

Proses verifikasi yang biasa memerlukan waktu 2 sampai 5 menit kini molor sampai 30 menit per calon siswa.

Baca juga: SPMB 2026 Dibuka, Agustina Perluas Akses Pendidikan dan Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Gratis

Dampak lemotnya server, para calon siswa harus mengantre selama berjam jam hanya untuk verifikasi data.

Salah satu Calon Walimurid di SMPN Brebes 1 Sulistiowati mengatakan, sengaja datang jam 05.00 WIB untuk mendapat nomor antrean awal. Namun karena server lemot, hingga siang mereka tidak kunjung dipanggil petugas.

"Jam 5 pagi sudah kesini ternyata memang sudah banyak yang antre. Ini prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot," ujarnya Selasa (9/06/2026).

Wali murid lain Darmawan mengaku, lamanya tahap verifikasi dikhawatirkan bisa mengganggu SPMB.

Mengingat, jumlah pendaftar sangatla banyak.

"Verifikasi sampai Kamis. Kalau satu anak butuh 30 menit, khawatir tidak bisa terlayani semua. Perlu solusi agar server tidak lemot," ungkapnya.

Petutas operator SPMB SMPN Brebes 1, Untung membenarkan lemotnya proses verifikasi.

Pihaknya menyebut, hal ini karena server tidak mampu mengakses dalam jumlah besar secara bersamaan.

"Tadi pagi lumayan lancar. Verifikasi data satu calon siswa paling lama 5 menit. Kalau lancar rata rata 2 menit. Tapi sekarang sampai 30 menit, karena sedang lemot servernya," ungkanya.

Diketahui, di SMPN Brebes 1 hingga pukul 12.30, jumlah pendaftar 784 siswa. Berkas calon yang terverifikasi baru 139 calon siswa. Sementara untuk yang belum, akan dilakukan hari berikutnya.

Terpisah, Kepala Dinkominfo Brebes, Warsito Eko Putro juga membenarkan lemotnya server untuk SPMB.

Dia menjelaskan, server SPMB yang dipakai memiliki kapasitas BW 300 Mbps sedangkan berkas yang akan diverifikasi sekitar 22 ribu calon siswa. 

Tidak hanya SMP, server induk ini juga untuk pendaftaran TK dan SD di Kabupaten Brebes.

Untuk mendukung kelancaran SPMB, Warsito Eko Putro sudah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Sehingga pelaksanaan SPMB tidak mengalami hambatan berarti.

"Server yang dipakai memang kapasitas BW 300 Mbps dan itu untuk melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD sampai SMP. Mestinya untuk menunjang kegiatan SPMB ini idealnya BW 800 Mbps," tandasnya.

Baca juga: Kabar Terkini SPMB 2026, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Gratis di Sekolah Swasta

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sutaryono mengungkap, guna mengatasi problem tersebut pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinkominfotik untuk menambah keceparan internet.

"Kami sudah rapat dengan Dinkominfo, jadi server yang ada ini memang masih kurang harus ada penambahan 500 MBPS, karena yang serkarang itu cuman 300 MBPS," ungkapnya.

Selain itu, setelah OPD selesai jam Dinas pihaknya akan melakukan evalusi hingga pukul 23.00 WIB.

"Nanti langkahnya kalo jam 23.00 WIB ternyata memang tetap lemot maka nanti server akan dipindahkan. Atau nanti yang sekolah-sekolah servernya masih lemot, kami arahhkan agar mendaftarkan berkas pendaftarannya diserahkan ke sekolah yang bersangkutan. Artinya mereka nanti sudah masuk urutan begitu," pungkasnya. (Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.