TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Perum Bulog Cabang Bondowoso menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada 279.740 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto, mengatakan penyaluran bantuan pangan di dua kabupaten tersebut telah mencapai 100 persen pada awal Juni 2026.
Total bantuan yang digelontorkan di wilayah kerja Bulog Bondowoso mencapai 5.594 ton beras dan 1.118 kiloliter minyak goreng.
"Sudah tuntas kita salurkan," ujarnya pada Selasa (9/6/2026).
Baca juga: 23 SPPG di Kabupaten Bondowoso Tidak Beroperasi, Penyebabnya Anggaran Belum Cair
Ia menerangkan, percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat, sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.
Langkah ini diperkuat dengan optimalisasi distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara berkelanjutan.
"Guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran," tambah Eko.
Menurutnya, penyaluran beras SPHP ke pasar dilakukan melalui berbagai saluran distribusi resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Data Bulog mencatat, hingga 9 Juni 2026, Bulog Bondowoso telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 3.182 ton untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.
"Kita sudah salurkan 3.182 ton beras SPHP," terangnya.
Ia menegaskan, kombinasi antara program bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di pasar.
Dengan stok yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diharapkan tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok. Bulog Bondowoso juga memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini aman untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Molyadi, mengatakan pihaknya bersama Bulog berkomitmen untuk mengawal penyaluran Bantuan Pangan agar selesai 100 persen sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Penyaluran Bantuan Pangan ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu serta tepat kualitas.
"Bantuan Pangan ini berkualitas baik dan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyrakat dan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga penerima manfat," urai Mulyadi.
Siti Mariyah, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengakui bahwa di tengah kenaikan harga beras akhir-akhir ini, Program Bantuan Pangan dari pemerintah sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
"Mudah-mudahan berkelanjutan dengan banyak bantuan seperti ini sangat meringankan beban kami," pungkasnya.
Baca juga: Nakes RSUD dr Koesnadi Bondowoso Dipukul Keluarga Pasien, Dokter Yusdeny Ungkap Fakta
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)