Waspada Penipuan Berkedok Starlink Pocket dan Starlink SIM Card, Produk Ini Ternyata Tak Resmi
Feryanto Hadi June 09, 2026 06:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Masyarakat diminta mewaspadai penawaran perangkat yang diklaim sebagai "Starlink Pocket" dan "Starlink SIM Card" yang marak dipasarkan melalui media sosial.

Produk tersebut disebut-sebut mampu menghadirkan internet satelit tanpa antena tambahan. Bahkan, "Starlink SIM Card" diklaim dapat langsung digunakan di ponsel untuk terhubung ke jaringan satelit.

Namun, hingga Mei 2026, tidak ada produk resmi dengan nama maupun fungsi tersebut yang dirilis oleh Starlink.

Penelusuran melalui kanal resmi Starlink menunjukkan perangkat bernama "Starlink Pocket" maupun "Starlink SIM Card" tidak pernah diumumkan atau dipasarkan.

Secara teknologi, klaim tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan cara kerja layanan internet satelit Starlink.

Starlink menggunakan jaringan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) yang terhubung ke perangkat pengguna melalui antena khusus atau dish.

Antena tersebut dilengkapi teknologi phased-array yang mampu melacak pergerakan satelit secara otomatis dan mempertahankan koneksi internet.

Karena itu, perangkat penerima harus memiliki akses langsung ke langit agar dapat terhubung dengan jaringan satelit.

Dengan sistem tersebut, perangkat berukuran kecil seperti modem saku atau kartu SIM tidak dapat menggantikan fungsi antena Starlink.

Baca juga: Dukung Konektivitas Internet Pascabencana, Empat Unit Starlink Disalurkan ke Aceh Tamiang

Baca juga: Primakom Akan Genjot Penjualan Starlink untuk Pemerataan Konektivitas Wilayah Terpencil

Sejumlah Korban Mengaku Tertipu

Maraknya penawaran "Starlink Pocket" dan "Starlink SIM Card" di media sosial disebut telah memakan korban.

Sejumlah pelaku usaha dilaporkan tertarik membeli produk tersebut karena dijanjikan kemudahan penggunaan tanpa instalasi antena.

Dalam beberapa kasus, korban mengaku kehilangan uang setelah mentransfer pembayaran kepada penjual.

Salah seorang pelaku usaha yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian hingga Rp 12 juta.

Ia tertarik membeli perangkat tersebut untuk mendukung operasional proyek di lokasi yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional.

"Awalnya karena butuh cepat untuk operasional di lapangan. Setelah saya transfer, langsung tidak bisa dihubungi lagi. Uang saya Rp 12 juta hilang," ujarnya.

Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi

Masyarakat diimbau untuk memeriksa keaslian informasi sebelum membeli perangkat yang diklaim sebagai produk Starlink.

Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal resmi perusahaan untuk memastikan produk yang ditawarkan benar-benar tersedia dan dipasarkan secara resmi.

Vice President of Product Development Primacom, Andy Liminata, mengatakan pembelian perangkat dari sumber yang tidak jelas berisiko menimbulkan kerugian finansial.

Selain itu, penggunaan perangkat yang tidak resmi juga berpotensi mengganggu operasional dan keamanan data pengguna.

"Masyarakat disarankan selalu mengecek ulang informasi melalui situs resmi Starlink sebelum melakukan pembelian. Jika suatu produk belum diumumkan secara resmi, maka keasliannya patut dipertanyakan," kata Andy di Jakarta, Selasa (9/6/2026)

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur harga murah atau klaim teknologi yang belum dapat diverifikasi.

Menurutnya, kehati-hatian dan verifikasi informasi menjadi langkah penting untuk menghindari penipuan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan internet satelit

Dalam kondisi ragu, langkah terbaik adalah melakukan konfirmasi kepada reseller resmi Starlink, seperti Primacom.

Sebagai Authorized Reseller Starlink di Indonesia, Primacom menegaskan bahwa pembelian melalui jalur resmi memastikan keaslian perangkat, dukungan instalasi dan aktivasi, serta layanan purnajual yang sangat penting khususnya bagi kebutuhan skala perusahaan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.