Kado Gotong Royong di Hari Lahir Pancasila: Senyum Warga 5 Desa di Sumba Sambut Hadirnya Listrik PLN
Oby Lewanmeru June 09, 2026 06:19 PM

POS-KUPANG. COM, KUPANG – Hari Lahir Pancasila tidak sekadar diperingati dengan upacara, tetapi diwujudkan nyata melalui hadirnya keadilan energi hingga ke pelosok negeri.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) memberikan kado terindah bagi masyarakat Pulau Sumba dengan mengalirkan listrik ke lima desa yang selama ini menanti dalam gulita. 

Langkah nyata ini berhasil mendongkrak Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Sumba menjadi 91,91 persen per Mei 2026.

Lima desa yang kini resmi merasakan kemerdekaan energi tersebut adalah Desa Lailanjang kabupaten Sumba Timur , Mata Wee Lima, Wee Baghe, Manu Toghi, dan Waipakolo Kabupaten Sumba Barat Daya. Kehadiran aliran listrik ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur Pancasila—khususnya keadilan sosial—kini benar-benar menyala di rumah-rumah warga.

General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa perjuangan menembus batas geografis demi melistriki desa terpencil adalah bentuk dedikasi PLN dalam membumikan Pancasila.

"Harapan kami, dengan hadirnya listrik di kampung tersebut akan menyinari dan membawa harapan baru bagi masyarakat di tempat itu. Momentum Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bagi kami bahwa keadilan sosial harus diwujudkan lewat pemerataan akses energi.

Listrik bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak dasar yang akan membuka gerbang kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita di Sumba," ungkap F Eko Sulistyono hangat.

Perjuangan PLN UP2K Sumba dalam membentangkan jaringan listrik di daratan Sumba kini mulai membuahkan hasil yang merata di empat kabupaten.

Saat ini, Kabupaten Sumba Tengah telah sukses mencatatkan pencapaian 100 persen desa berlistrik (65 desa). Disusul oleh Kabupaten Sumba Barat yang telah melistriki 73 dari 74 desa, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan 172 dari 175 desa, serta Kabupaten Sumba Timur yang kini telah mengaliri 122 dari 156 desa.

Kerja keras insan PLN di lapangan yang harus melewati kawasan hutan, medan terjal, hingga keterbatasan akses jalan, terasa ringan berkat adanya tradisi gotong royong yang kuat dari masyarakat setempat.

Warga desa secara sukarela turun ke jalan membantu petugas melakukan perabasan pohon demi kelancaran penarikan jaringan kabel.

Kepala Desa Lailanjang, Lazarus B. Nggiku, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya mewakili seluruh warga desa.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jaringan listrik di desa kami. Warga bersama-sama membantu proses perabasan dan pembersihan jalur sebagai bentuk dukungan agar pekerjaan dapat berjalan lancar.

Bagi masyarakat, listrik bukan hanya penerangan, tetapi juga harapan untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi desa," tutur Lazarus.

Senada dengan hal tersebut, Manager UP2K Sumba, A Iman Krismanto, menekankan bahwa setiap tiang listrik yang tertanam adalah simbol kemajuan dan harapan baru yang berkelanjutan bagi produktivitas warga lokal.

"Setiap desa yang berhasil dialiri listrik merupakan langkah nyata dalam menghadirkan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat. Listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga penggerak utama pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Iman.

Melalui penambahan lima desa baru ini, Rasio Desa Berlistrik di Sumba mengalami kenaikan sebesar 1,06 persen dari angka sebelumnya yang berada di 90,85 persen.

Komitmen PLN tidak berhenti sampai di sini; sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan terus dipacu demi menuntaskan sisa desa yang belum berlistrik, memastikan seluruh pelosok Sumba dapat menyala seutuhnya atas nama keadilan dan kemanusiaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.