TRIBUNSUMSEL.COM - Berdoa saat melihat orang lain mendapatkan nikmat adalah salah satu waktu mustajab yang dianjurkan dalam Islam.
Doa yang dimohonkan seorang muslim untuk kebahagiaan sesama tidak hanya mengundang malaikat untuk mendoakan balik dirinya tetapi juga membuka keran keberkahan dan kedamaian hidup yang jauh lebih besar.
Rahasia spiritual di balik momen ini disampaikan Syaikh Sa’ad bin Turki Al-Khotslan dalam Channel YouTube ShahihFiqih berjudul Waktu Mustajab : Berdoa Saat Melihat Orang Lain Dapat Nikmat - Syaikh Sa'ad bin Turki Al-Khotslan yang diakses Tribunsumsel.com Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam kajian tersebut, Syaikh Sa'ad Al-Khotslan mengungkapkan waktu ketika orang lain memperoleh nikmat adalah kesempatan emas bagi kita untuk meraih keberkahan yang serupa tanpa harus memelihara penyakit hati.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai keutamaan, dalil, serta tips praktis berdoa saat melihat orang lain mendapatkan nikmat:
Syaikh Sa’ad menjelaskan ketika mata dan hati seorang muslim menyaksikan orang lain mendapatkan nikmat baik berupa kesehatan, kelancaran rezeki, maupun keberhasilan karir saat itulah hati seorang muslim sedang tergerak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat menyukai hamba-Nya yang merespons momentum tersebut dengan bersyukur dan memohon kepada-Nya dengan penuh kesadaran, bukan dengan rasa sesak atau dengki.
Hal ini sejalan dengan tuntunan Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi:
"Barangsiapa melihat saudaranya mendapatkan sesuatu, hendaklah ia mendoakannya: 'Semoga Allah memberkahimu untuk itu dan menambahkanmu karunia-Nya.'"
Selain itu, mendoakan orang lain secara tulus di saat mereka bahagia juga mengaktifkan "jalur ekspres" dikabulkannya doa kita sendiri. Rasulullah SAW bersabda:
"Doa seorang Muslim untuk saudaranya di belakang punggungnya (tanpa diketahui) adalah doa yang dikabulkan (mustajab)." (HR. Muslim)
Menurut Syaikh Sa’ad, membiasakan diri mendoakan orang lain yang sedang mendapat nikmat tidak akan mengurangi rezeki kita sedikit pun. Sebaliknya, amalan ringan ini membawa tiga dampak luar biasa bagi spiritualitas kita:
Menyaksikan nikmat orang lain dengan kacamata iman akan mengingatkan kita pada sifat Allah Yang Maha Kaya, sehingga hati kita ikut merasa cukup.
Alih-alih merasa tersaingi atau iri, mengucap doa kebaikan justru akan mengikis penyakit hati dan membersihkan jiwa dari energi negatif.
Ketika seorang muslim mendoakan keberkahan bagi orang lain, malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan berkata, "Dan bagi kamu pun hal yang sama."
Sikap suportif dan penuh kasih sayang antar sesama muslim ini didukung oleh prinsip-prinsip universal di dalam Al-Qur’an, antara lain:
ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ....
".... Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
Catatan:
Ayat ini menegaskan pentingnya berbuat baik, bersikap adil, dan menjaga harmoni hubungan antarmanusia, termasuk ikut menjaga kebahagiaan orang lain lewat doa.
QS. Al-Baqarah [2]: 286
... رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ ...
"...Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah..."
Catatan:
Doa ini mengajarkan untuk selalu memohon perlindungan dari kelalaian hati, termasuk kelalaian dari sifat iri yang bisa merusak amal ibadah saat melihat kesuksesan orang lain.
Agar esensi dari waktu mustajab ini dapat diraih secara maksimal, berikut empat tips praktis berdoa yang bisa diterapkan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari:
1. Jaga Ketulusan Hati
Pastikan doa yang keluar dari lisan benar-benar murni demi kebaikan orang tersebut, tanpa ada selipan rasa dongkol di dalam dada.
2. Berdoa secara Spesifik
Sebutkan nikmat yang sedang mereka terima. Misalnya, jika mereka membeli rumah baru, doakan agar rumah tersebut menjadi baitul jannaty (rumah yang penuh berkah).
3. Mohonkan Tambahan Karunia
Mintalah kepada Allah agar melipatgandakan kebaikan bagi orang yang sedang menerima nikmat tersebut.
4. Alirkan Rasa Syukur
Jadikan momen tersebut sebagai pengingat bahwa Allah Maha Baik kepada seluruh makhluk-Nya, termasuk kepada diri kita.
Demikian ulasan Waktu Mustajab Berdoa saat Melihat Orang Lain Mendapatkan Nikmat.
Baca juga: Hukum Berdoa Saat Rukuk dalam Sholat, Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Baca juga: Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab, Dalil Hadits dan Penjelasan Ustadz Hanan Attaki
Baca juga: Hukum Melihat Aurat Sesama Jenis dalam Islam dan Penjelasan Dalilnya
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com