Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perusahaan bioteknologi asal Jepang, Oncolys BioPharma, mengumumkan pada 8 Juni 2026 bahwa mereka telah memperoleh izin produksi dan pemasaran untuk Telomelysin (nama generik: Suratadenoturev), obat berbasis virus untuk pengobatan kanker esofagus.
Menurut perusahaan tersebut, ini merupakan terapi virus pertama di dunia yang disetujui khusus untuk kanker esofagus.
Presiden Oncolys BioPharma, Yasuo Urata, mengungkapkan, terapi ini relatif mudah digunakan dan dapat memberikan manfaat besar bagi pasien.
“Perawatannya sederhana dan mudah diterapkan. Kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para pasien,” ujarnya saat jumpa pers, Selasa (9/6/2026).
Dikatakannya, telomelysin dikembangkan dengan memodifikasi adenovirus, salah satu virus penyebab flu biasa.
Virus tersebut direkayasa agar dapat berkembang biak di dalam sel kanker dan menghancurkannya dari dalam.
Baca juga: Jangan Sepelekan Demam Usai Bepergian dari Afrika, Kemenkes Rilis Peringatan Virus Ebola
Keunggulan terapi ini adalah kemampuannya membedakan sel kanker dan sel normal.
Meskipun virus dapat memasuki sel normal, virus tersebut tidak berkembang biak di dalamnya sehingga kerusakan pada jaringan sehat dapat diminimalkan.
Terapi ini diperuntukkan bagi pasien kanker esofagus yang tidak dapat menjalani operasi maupun kemoterapi-radioterapi standar.
Pengobatan dilakukan bersamaan dengan terapi radiasi. Melalui endoskop yang dimasukkan lewat mulut, dokter menyuntikkan obat langsung ke jaringan kanker.
Pasien dewasa akan menerima dosis 1 mililiter sebanyak tiga kali.
Karena tidak memerlukan pembedahan terbuka, metode ini dinilai lebih ringan bagi tubuh pasien dibandingkan operasi konvensional.
Seperti terapi kanker lainnya, Telomelysin juga memiliki potensi efek samping, antara lain penurunan jumlah limfosit (sel darah putih), peradangan esofagus, demam dan reaksi inflamasi lainnya.
Meski demikian, para peneliti menilai manfaat terapi ini cukup besar, terutama bagi pasien yang memiliki pilihan pengobatan terbatas.
Produksi dan pemasaran obat ini akan dilakukan oleh FUJIFILM Toyama Chemical.
Harga resmi obat tersebut belum diumumkan dan masih menunggu penetapan harga oleh pemerintah Jepang.
Oncolys BioPharma juga mengungkapkan bahwa penelitian Telomelysin akan terus dikembangkan untuk berbagai jenis kanker lain, termasuk kanker tenggorokan, kanker rektum, dan kanker anus.
Keberhasilan persetujuan Telomelysin dianggap sebagai tonggak penting dalam perkembangan terapi virus onkolitik (oncolytic virotherapy), yaitu metode pengobatan kanker yang memanfaatkan virus yang telah direkayasa untuk menyerang sel kanker secara selektif.
Para ahli berharap teknologi ini dapat membuka era baru dalam pengobatan kanker yang lebih efektif dan minim invasif.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com