Alasan SMAN 5 Bengkulu Tak Tampilkan Skor SPMB 2026 Seperti SMA Lain
Ricky Jenihansen June 09, 2026 06:38 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pihak SMAN 5 Kota Bengkulu menjelaskan alasan tidak ditampilkannya hasil skoring peserta dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi tahun 2026.

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Panitia SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu, Epri Yeni, menyusul kedatangan puluhan wali murid yang meminta transparansi hasil seleksi pada Selasa (9/6/2026).

Epri mengatakan, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur maupun mengubah tampilan hasil seleksi yang muncul dalam sistem penerimaan siswa baru.

Menurutnya, sebelum pengumuman hasil seleksi dilakukan, pihak sekolah telah menggelar rapat internal untuk membahas mekanisme penyampaian hasil kepada masyarakat.

Dari hasil pembahasan tersebut, pengumuman hanya menampilkan nama peserta dan status diterima atau tidak diterima.

“Ketika pengumuman hasil seleksi dilakukan, yang ditampilkan hanya nama peserta dan status diterima atau tidak diterima,” ujar Epri saat ditemui di SMAN 5 Kota Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan SPMB.

Selain itu, Epri menyebut proses seleksi berlangsung secara daring dan terintegrasi melalui sistem yang dikelola penyelenggara, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Dalam prosesnya, calon peserta didik mengunggah sendiri sertifikat maupun dokumen pendukung lainnya ke sistem.

Baca juga: Breaking News: SMAN 5 Bengkulu Digeruduk Puluhan Wali Murid, Minta Skor SPMB 2026 Dibuka Transparan

Dokumen tersebut kemudian diverifikasi oleh pihak terkait sehingga nilai atau skor peserta dapat berubah sesuai hasil pemeriksaan.

“Calon peserta mengunggah sendiri sertifikat dan dokumen pendukung lainnya ke dalam sistem. Setelah itu dilakukan proses verifikasi sehingga memungkinkan adanya perubahan skor sesuai hasil pemeriksaan dokumen,” jelasnya.

Epri menegaskan seluruh hasil seleksi yang diterima sekolah berasal langsung dari sistem sehingga sekolah tidak memiliki akses untuk melakukan perubahan maupun intervensi terhadap hasil tersebut.

“Hasil yang kami terima berasal dari sistem. Sekolah tidak memiliki akses untuk mengubah ataupun mengatur hasil tersebut,” katanya.

Ia juga menambahkan pelaksanaan tes tahfiz tidak dikelola langsung oleh sekolah, melainkan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan.

Mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan tes dilakukan melalui aplikasi dan tautan yang telah disiapkan penyelenggara.

“Sekolah tidak memiliki akses terhadap pengelolaan aplikasi maupun proses yang berlangsung di dalam sistem tersebut,” tutup Epri Yeni.

WALI MURID - Puluhan wali murid mendatangi SMAN 5 Kota Bengkulu untuk mempertanyakan transparansi skor hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi 2026, Selasa (9/6/2026).
WALI MURID - Puluhan wali murid mendatangi SMAN 5 Kota Bengkulu untuk mempertanyakan transparansi skor hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi 2026, Selasa (9/6/2026). (TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi)

Puluhan Wali Murid Datangi SMAN 5 Kota Bengkulu

Wali murid dengan seragam kantor bersama anaknya yang menggunakan seragam SMP mengunjungi sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu.

Para wali murid dan anaknya diminta menunggu di depan sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu.

Mereka diminta untuk mengambil nomor antrean dari pihak panitia SPMB untuk nanti dipanggil secara bergantian.

Salah satu wali murid yakni Popi mengatakan, dirinya bersama wali murid yang lain meminta transparansi hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi tahun 2026.

Ia bersama wali murid yang lain bertujuan meminta pihak sekolah membuka hasil skoring seluruh peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

Menurut Popi, berbeda dengan sejumlah SMA lain yang menampilkan hasil skoring peserta secara terbuka, SMA Negeri 5 Bengkulu hanya menampilkan nama peserta dan status diterima atau tidak diterima.

"Di sekolah lain hasil skoring bisa dilihat sehingga kami mengetahui alasan anak tidak lolos karena memang ada peserta lain yang nilainya lebih tinggi. Namun di sini hanya muncul nama dan keterangan diterima," ungkap Popi kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Popi yang masih mengenakan seragam kantor bersama anaknya menunggu di bawah tangga sekolah, mengaku sejumlah wali murid mulai mempertanyakan hasil seleksi setelah melihat ada peserta yang dinyatakan lolos, meskipun berdasarkan data yang mereka miliki nilai skoringnya berada di bawah anak mereka.

Karena itu, para wali murid meminta sekolah mempublikasikan hasil skoring secara lengkap agar proses seleksi dapat diketahui secara terbuka.

"Kami hanya meminta hasil skoring diumumkan. Kami ingin tahu berapa jumlah pendaftar, berapa nilai tertinggi, nilai terendah, berapa yang diterima dan berapa yang tidak diterima," jelasnya.

Sembari menunggu giliran dipanggil ke dalam sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu bersama wali murid yang lain, Popi menilai transparansi diperlukan untuk menghindari munculnya kecurigaan di kalangan orang tua siswa atau wali murid.

Ia yang berkumpul dengan wali murid lain ini menilai, sistem penerimaan peserta didik saat ini telah dilakukan secara daring sehingga seharusnya data hasil seleksi dapat ditampilkan kepada publik sebagaimana yang dilakukan sekolah lain.

"Kami hanya meminta SMA Negeri 5 transparan. Jika memang anak saya tidak diterima karena nilainya kalah, saya tidak masalah. Yang penting hasil skoringnya ditampilkan secara terbuka," paparnya.

Popi juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan.

Bahkan, menurutnya, Gubernur Bengkulu juga telah memberikan tanggapan terkait aspirasi para wali murid.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.