Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Walikota Pasuruan Ingatkan Disiplin Kerja dan Kepedulian Lingkungan
Luky Setiyawan June 09, 2026 06:39 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimanfaatkan Pemerintah Kota Pasuruan untuk menguatkan kembali komitmen menjaga lingkungan sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin di kalangan aparatur.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo saat memimpin apel bersama PPPK Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan di Taman Pekuncen, Selasa (9/6/2026).

Mas Adi, sapaan akrab Walikota Pasuruan ini menegaskan, persoalan lingkungan tidak bisa lagi dipandang sebagai isu sampingan. 

Perubahan iklim, pencemaran, hingga persoalan sampah telah menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Baca juga: Masuk Program Prioritas, Pemkab Pasuruan Mulai Bangun Klinik Kesehatan Pondok Pesantren

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan. 

Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

“Hari Lingkungan Hidup harus menjadi pengingat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin Kota Pasuruan sehat, adaptif,” ujarnya.

Mas Adi mengakui masih ditemukan berbagai kebiasaan yang berpotensi merusak lingkungan. 

Mulai dari membuang sampah sembarangan, membiarkan saluran air dipenuhi sampah, hingga kebiasaan membuang limbah ke sungai maupun laut.

Padahal, kata dia, dampak dari perilaku itu akan kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk banjir, pencemaran, maupun menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan terus mendorong Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) .

Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Ia juta mengapresiasi para petugas kebersihan dan petugas taman yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota. 

Ia menyebut , keberhasilan Kota Pasuruan dalam menjaga kebersihan tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras mereka di lapangan.

Namun demikian, ia mengingatkan, keberhasilan pelayanan publik harus dibarengi dengan kedisiplinan kerja yang kuat. 

Aparatur pemerintah dituntut tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga menunjukkan integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Saya mengajak pegawai menjaga disiplin dalam bekerja. Bekerja bukan hanya karena diawasi, tetapi karena kesadaran tugas yang dijalankan merupakan pengabdian dan ibadah,” katanya.

Mas Adi menegaskan, pelanggaran disiplin harus ditindak sesuai aturan yang berlaku agar budaya kerja yang profesional tetap terjaga. 

Sebaliknya, pegawai yang bekerja dengan baik perlu terus didorong dan diapresiasi.

Menutup arahannya, Mas Adi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga taman kota, ruang terbuka hijau, dan fasilitas publik sebagai aset bersama. 

“Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Kota Pasuruan sebagai Kota Santri,” urainya

Baginya, predikat Kota Santri tidak cukup diwujudkan melalui simbol dan slogan, tetapi harus tercermin dalam perilaku masyarakat yang peduli terhadap kebersihan, menjaga lingkungan.

“Kalau lingkungan bersih, maka menjadikan Kota Pasuruan sebagai Kota Santri yang maju dan nyaman mudah diwujudkan,” pungkasnya.

Baca juga: Pelantikan ASN Pemkab Pasuruan, Mas Rusdi Minta Tinggalkan Ego Sektoral Hingga Perbanyak Kerja

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.