BANJARMASINPOST.CO.ID - Secara umum, kondisi harga bahan pokok di Kalimantan Selatan masih relatif stabil. Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan dan bahkan pada sejumlah komoditas mulai terlihat tren penurunan.
Hal di atas dikatakan H Bagiawan, Kepala Disperindag Kalsel. Menurutnya kenaikan terjadi pada minggu lalu dipengaruhi tingginya permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha, terutama pada komoditas bumbu masak seperti cabai dan bawang.
"Sebagai langkah antisipasi, sebelum Idul Adha, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel telah melaksanakan pasar murah di 14 titik yang tersebar pada 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan," jelasnya.
Selain itu, terus melakukan pemantauan harga dan stok, berkoordinasi dengan TPID, Bulog, distributor, dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar.
Mengenai kenaikan harga ada kaitan dengan kurs dolar atau perang di Timur Tengah, menurut Bagiawan pergerakan harga bahan pokok dipengaruhi banyak faktor.
Baca juga: Pasca Musibah Bocah Tenggelam, Kolam Retensi Desa Baroqah Tanahbumbu Kini Dipasangi Papan Peringatan
"Untuk kondisi saat ini, kenaikan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik seperti pasokan, distribusi, biaya logistik, dan peningkatan permintaan pada periode Idul Adha," jelasnya.
Konflik global yang memanas, termasuk di kawasan Timur Tengah, memang dapat memberikan dampak terhadap rantai pasok dan biaya distribusi internasional, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada impor.
"Dampaknya sempat dirasakan melalui kenaikan biaya pengiriman dan meningkatnya ketidakpastian pasokan global. Namun, seiring membaiknya rantai distribusi dan penyesuaian pasar, kondisi tersebut saat ini relatif lebih stabil," kata Bagiawan.
Sementara itu, terkait pergerakan nilai tukar dolar, hingga saat ini belum terlihat dampak yang signifikan terhadap harga bahan pokok di Kalimantan Selatan.
"Berdasarkan hasil pemantauan kami, ketersediaan stok bahan pokok masih mencukupi dan kondisi harga secara umum relatif terkendali dengan beberapa komoditas yang bahkan menunjukkan tren stabil hingga menurun pasca periode Idul Adha," katanya.
Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan karena pemerintah terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)