Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Program cetak sawah baru yang dilaksanakan pemerintah di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Padahal, berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sekitar 587 hektar lahan telah dibuka dan dibentuk menjadi areal persawahan melalui program yang didanai langsung oleh pemerintah pusat.
Namun, lahan yang telah dicetak itu belum bisa digunakan untuk kegiatan pertanian karena belum tersedia sumber air yang dapat mengaliri kawasan sawah baru tersebut.
Akibatnya, lahan yang sebelumnya dipersiapkan sebagai areal produksi pangan kini justru terbengkalai dan ditumbuhi rerumputan liar.
Kepala Desa Tanjung Gelang, Sus Budaya saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com membenarkan kondisi tersebut. Lahan sawah yang telah dibuat oleh pemerintah itu sampai sekarang belum dapat dimanfaatkan oleh warga.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya sistem pengairan yang dapat mengalirkan air ke kawasan sawah yang telah dicetak.
"Lahan cetak sawah itu belum bisa difungsikan oleh warga. Airnya masih belum ada. Jadi sampai sekarang belum bisa ditanami padi ataupun tanaman lainnya,"sampai Kades kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, sumber air yang direncanakan untuk mendukung areal persawahan tersebut berada di wilayah yang lebih tinggi sehingga belum dapat dialirkan ke lahan pertanian yang telah dibuka.
"Karena pengalirannya masih belum ada. Airnya masih berada di atas. Sekarang kondisi lahannya sudah ditumbuhi rumput,"ungkapnya.
Warga Kecewa, Kebun Sudah Ditebang Namun Sawah Belum Bisa Digunakan
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah warga yang sebelumnya menyerahkan lahannya untuk mendukung program cetak sawah.
Beberapa warga mengaku kecewa karena program yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga kini belum memberikan manfaat.
Mereka mengungkapkan bahwa sebelum program dimulai, berbagai tanaman produktif seperti karet, kopi, durian, dan tanaman perkebunan lainnya telah ditebang untuk dijadikan lahan sawah.
Namun setelah proses pembukaan lahan selesai, sawah yang dijanjikan belum dapat digunakan akibat belum tersedianya pasokan air.
"Sawah tidak jadi, rugi kami pak. Sudah ditebang semua kemarin, malah sawahnya tidak jadi,"jelas seorang warga yang namanya enggan dimuat.
Warga lainnya mengaku saat ini berada dalam kondisi sulit karena tidak lagi memiliki kebun yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan, sementara lahan sawah pengganti juga belum bisa ditanami.
Akibatnya, sebagian masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas pertanian secara optimal di lokasi tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama instansi terkait segera melakukan tindak lanjut agar lahan sawah yang telah dicetak dapat dimanfaatkan sesuai tujuan awal program.
"Semoga ada kejelasannya pak, sudah lama ini lahannya selesai, tapi sampai sekarang belum bisa kita gunakan untuk pertanian,"harap warga lainnya.
Warga menilai penyediaan sarana pengairan menjadi kebutuhan mendesak agar ratusan hektar lahan yang telah dibuka tidak terus terbengkalai.
Saat ini, sebagian besar areal cetak sawah tersebut terlihat dipenuhi rumput dan belum menunjukkan aktivitas budidaya pertanian.