Agenda Besar Bakorwil Malang Jadikan Selatan Jawa Timur sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Baru
Eko Darmoko June 09, 2026 07:00 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Bentang alam wilayah selatan Jawa Timur, yang memiliki hutan, pegunungan, dan banyak pantai eksotik, jadi perhatian Asep Kusdinar, Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang.

Potensi itu, akhirnya membuat Bakorwil menyiapkan agenda besar untuk menjadikan wilayah selatan Jatim itu jadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Asep Kusdinar, kawasan selatan Jatim itu memiliki kekayaan alam, yang cukup lengkap.

Bukan cuma potensi pertanian, perikanan dan kelautan, namun destinasi wisata unggulan, yang tumbuh bak jamur di musim hujan.

Bahkan, bukan cuma wisata religi, seperti Masjid Tiban, di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, namun wisata pantai kian tumbuh pesat.

"Semua itu jadi modal buat pusat pertumbuhan baru."

"Tinggal, bagaimana menghubungkan seluruh potensi itu, agar bisa jadi satu ekosistem pembangunan yang saling terintegrasi dan memberikan manfaat ke masyarakat," ujar Asep Kusdinar kepada SURYAMALANG.COM.

Makanya, Asep punya perhatian pada pengembangan sport tourism. Itu bisa dikembangkan jadi pusat kegiatan olahraga wisata, sehingga mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

"Caranya, itu harus diikuti dengan pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif lainnya," tuturnya.

Baca juga: Warga Desa Ringinkembar Malang Kirim Surat ke Kementerian, Tolak Proyek Ratoon di Lahan Sengketa

Selain itu, ia juga mendorong penguatan konsep blue economy dan green economy sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di kawasan selatan Jawa Timur.

Potensi kelautan, perikanan, kehutanan, dan sumber daya lingkungan harus mampu dikelola secara produktif.

"Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas."

"Karena itu, pembangunan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," tegasnya.

Di bidang pembangunan manusia, Asep menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting tetap menjadi perhatian serius dalam pembangunan kawasan.

"Pembangunan infrastruktur dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia."

"Karena itu, upaya peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan kawasan," ujarnya.

Ditambahkannya, keberadaan Jalan Lintas Selatan (JLS) harus dimaknai lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur jalan.

Itu jadi pintu pembuka buat akses ekonomi, mempercepat konektivitas antarwilayah, menarik investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Itu akan adi mesin pertumbuhan baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ke depan," pungkasnya.

Baca juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Lantik PNS Baru, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Kinerja

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.