2 Contoh Kata Sambutan Ketua Panitia Acara Malam 1 Suro di Masjid, Penuh Makna dan Mudah Dipahami
Kharisma Tri Saputra June 09, 2026 07:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Berikut ini akan disajikan selengkapnya contoh Kata Sambutan Ketua Panitia acara Malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di masjid yang penuh makna dan mudah dipahami sebagai referensi.

___

Kumpulan Kata Sambutan Ketua Panitia Acara Malam 1 Suro

#Contoh (1)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahilladzi ja’ala syahral muharrami syahran mubarakan, washalatu wasalamu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang kami hormati, Bapak Kepala Desa/Lurah beserta jajarannya.

Yang kami takzimi, Bapak Ketua Pengurus Masjid beserta seluruh jajaran takmir.
Yang kami muliakan, para alim ulama, tokoh agama, sesepuh, dan tokoh masyarakat.

Serta yang kami banggakan, seluruh bapak, ibu, dan saudara-saudari jemaah sekalian yang telah meringankan langkah untuk hadir di rumah Allah ini.

Pertama-tama, marilah kita bersama-sama menundukkan kepala dan hati, memanjatkan puji serta syukur ke hadirat Allah SWT. 

Atas limpahan rahmat, hidayah, serta nikmat sehat dan panjang umur, kita semua bisa berkumpul di masjid yang kita cintai ini dalam keadaan sehat walafiat, untuk memperingati malam 1 Suro atau malam 1 Muharram. 

Sholawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, hingga kepada kita selaku umatnya.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang dirahmati Allah,

Malam ini bukanlah malam pergantian tahun biasa. Bagi kita masyarakat Jawa dan umat Islam pada umumnya, malam 1 Suro membawa pesan spiritual yang sangat mendalam. Suro atau Muharram adalah momentum untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi, lalu menengok ke dalam diri kita masing-masing.

Sebagai ketua panitia, saya ingin menyampaikan bahwa tema besar acara kita malam ini adalah "Merajut Silaturahmi, Menyucikan Hati dalam Semangat Hijrah." 

Kami mengemas acara ini dalam bentuk doa bersama dan istighasah, bukan sekadar sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai wadah agar kita semua bisa saling memaafkan. 

Kita ingin memasuki tahun yang baru dengan hati yang bersih, tanpa ada rasa benci, dendam, atau ganjalan antar-tetangga dan sesama jemaah.

Kami menyadari bahwa hidup bertetangga dan bermasyarakat pasti tidak luput dari salah dan khilaf.

  Oleh karena itu, mari kita jadikan malam ini sebagai jembatan untuk mempererat kembali tali silaturahmi kita. Ketika hati kita bersih dan silaturahmi kita kuat, maka kedamaian dan keberkahan dari Allah SWT insyaallah akan turun ke kampung halaman kita ini.

Hadirin yang kami hormati,

Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya atas nama seluruh jajaran panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengurus masjid, para donatur, serta seluruh warga yang telah membantu, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun pikiran, sehingga acara malam ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga setiap butir keringat dan kebaikan yang Bapak/Ibu berikan dicatat sebagai amal jariyah oleh Allah SWT.

Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, penyediaan tempat, maupun hidangan terdapat kekurangan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Kami telah berusaha semaksimal mungkin, namun sebagai manusia biasa tentu kami tidak luput dari kekurangan.

Akhir kata, mari kita ikuti seluruh rangkaian acara malam ini dengan khusyuk. Kita ketuk pintu langit bersama-sama, kita doakan diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita agar selalu dilindungi dari segala marabahaya dan diberikan keberkahan di tahun yang baru ini.

Wabillahi taufiq wal hidayah, tsummas salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

___

#Contoh (2)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillahirahmanirahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wabihi nasta’inu ‘ala umuriddunya waddin. Washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Yang kami hormati dan khidmatkan, para kiai, para ustaz, dan jajaran tokoh agama.

Yang kami hormati, Ketua Takmir Masjid beserta seluruh pengurusnya.

Yang kami hormati, para sesepuh kampung yang senantiasa membimbing kami.

Serta seluruh hadirin wal hadirat, jemaah masjid yang dirahmati oleh Allah SWT.

Puji syukur alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT, Zat yang membolak-balikkan waktu, yang pada malam hari ini masih memberikan kita kesempatan untuk menyaksikan pergantian tahun baru Islam, malam 1 Suro. 

Semoga kehadiran kita di ruangan yang mulia ini menjadi saksi kebaikan kita di hadapan Allah kelak. Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, pembawa obor kebenaran yang syafaatnya kita nantikan di hari akhir nanti.

Jemaah sekalian yang dirahmati Allah,

Setiap kali malam 1 Suro tiba, kita sering kali mendengar kata "Hijrah". Mengapa malam ini begitu sakral dan penuh makna? Karena malam ini menandai titik balik perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Namun, untuk kita yang hidup di masa sekarang, apa arti hijrah yang sebenarnya?

Hijrah bagi kita hari ini adalah hijrah maknawi—yaitu perpindahan dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik. Jika di tahun lalu ibadah kita masih sering bolong-bolong, mari di tahun baru ini kita penuhi di masjid ini. 

Jika di tahun lalu kita masih sering bergunjing atau berselisih paham, mari di tahun yang baru ini kita ganti dengan saling merangkul dan saling menyayangi. Itulah esensi utama dari peringatan malam 1 Suro yang kita adakan di masjid ini.

Kami selaku panitia menyelenggarakan acara selawatan, zikir, dan doa akhir serta awal tahun ini dengan harapan agar masjid kita tidak hanya kokoh bangunannya, tetapi juga makmur jemaahnya. Kita ingin masjid ini menjadi pusat kedamaian dan sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Hadirin wal hadirat yang berbahagia,

Berdirinya saya di sini mewakili rekan-rekan panitia ingin menyampaikan laporan singkat sekaligus ucapan terima kasih. Acara malam ini dapat terwujud berkat gotong royong dan kesadaran tinggi dari seluruh warga. 

Terima kasih kepada para ibu-ibu yang sudah sibuk di dapur umum, bapak-bapak yang menyiapkan sarana, serta para remaja masjid yang luar biasa energinya. Jazakumullah khairan katsiran.

Kami juga menyadari bahwa dalam pelaksanaan acara malam ini, mungkin ada susunan acara yang terlambat, tempat yang kurang nyaman, atau tutur kata dari panitia yang kurang berkenan. Dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

Sebelum saya akhiri sambutan ini, mari kita luruskan niat kita malam ini. Kita duduk bersama di sini bukan untuk sekadar berkumpul, melainkan untuk mengemis rida dan ampunan Allah SWT. 

Semoga di tahun yang baru nanti, kita semua diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangannya.

Wabillahi taufiq wal hidayah, war ridho wal inayah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.