TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Hiruk pikuk Pemilihan Ketua RT di seluruh wilayah Kabupaten Malinau Kalimantan Utara kini telah berakhir. Sebanyak 381 Ketua RT resmi dilantik, Senin (8/6/2026), dari sekian banyak yang dilantik, wajah lama masih kembali dipercaya menjadi Ketua RT, salah satunya Berahim.
Pria bersahaja kelahiran Tanjung Lapang, 18 Januari 1977 ini baru saja kembali mengukuhkan posisinya sebagai nakhoda di Jalan Padan Pangeran RT 14, Tanjung Lapang. Melalui Pemilihan Ketua RT tersebut, warga RT 14 memberikan mandat yang begitu mutlak. Berahim kembali menang telak untuk periode kedua dengan mengantongi perolehan lebih dari 80 persen suara.
Angka perolehan suara 80 persen ini bukan sekadar kemenangan di atas kertas, melainkan sebuah pernyataan sikap dari warga yang terlanjur menaruh rasa percaya tinggi pada kepemimpinannya selama ini.
Memimpin RT 14 Tanjung Lapang sendiri bukanlah perkara mudah. Wilayah ini memiliki tantangan tersendiri dengan karakteristik masyarakat yang sangat heterogen, mencakup lintas agama, suku, hingga etnis.
Keragaman di lingkungan ini tidak lepas dari aspek historis keberadaan perusahaan besar PT Inhutani II di masa lalu, yang menarik kedatangan para pekerja dari berbagai latar belakang.
Baca juga: 381 Ketua RT Terpilih di Seluruh Kabupaten Malinau Telah Dilantik, Seperempat Diisi Wajah Baru
Uniknya lagi, RT 14 bukan hanya beragam dari segi suku dan agama, tetapi juga dihuni oleh lintas kalangan sosial yang sangat kontras. Mulai dari pejabat tinggi daerah, anggota DPRD, jurnalis, pengusaha sukses, hingga warga biasa, semuanya hidup berdampingan di wilayah ini.
Menghadapi dinamika dan struktur sosial yang kompleks tersebut, Berahim dikenal luas sebagai pribadi yang tekun, tenang, dan terukur dalam mengambil kebijakan.
Sebagai Ketua RT, ia dituntut wajib jeli dan memahami betul seluk-beluk serta karakteristik ratusan jiwa yang menjadi warganya. Terlebih lagi, wilayah ini merupakan salah satu daerah yang paling rawan tergenang banjir di Malinau.
Status siaga banjir yang bisa terjadi setiap saat menuntut kepekaan tinggi. Berahim harus selalu memantau ketinggian air secara berkala, memimpin proses evakuasi saat diperlukan, hingga sigap mengalokasikan bantuan agar tepat saran.
"Menjadi Ketua RT memang gampang-gampang susah. Tapi kalau niatnya tulus, insyaallah dimudahkan. Kita harus paham tiap warga, rumahnya di mana, berapa anggota keluarganya, sampai mana saja yang membutuhkan bantuan," ungkapnya saat ditemui.
Kecakapan Berahim dalam memetakan kondisi warganya diakui langsung oleh masyarakat sekitar. Mahmud Bali, salah seorang warga RT 14 Tanjung Lapang, menyebut Berahim sebagai salah satu sosok ketua RT terbaik yang pernah ia temui.
Baca juga: Pemkab Malinau Bagi Tim di Seluruh Daerah, Pastikan Kelancaran Pemilihan Ketua RT Serentak
Menurutnya, salah satu keunggulan utama Berahim adalah pemahaman yang sangat detail mengenai komposisi penduduk. Sang ketua RT mengerti betul bagaimana mengintegrasikan data lapangan dengan kebutuhan riil, sehingga program-program RT yang berbasis stimulus selalu tertarget secara akurat dan tersalurkan secara merata.
"Kami billing ni, Pak RT tahu semua detail ini, di mana warga lansia, di mana warga yang sakit menahun, di mana yang tergenang kalau banjir. Dia kayak sudah punya SOP yang teratur," katanya.
Berahim mengatakan, peran Ketua RT memang sangat berbeda dengan jabatan politik lainnya karena fungsinya lebih banyak mengedepankan asas kekeluargaan.
Dalam skala kecil, figur RT seolah mengemban dua fungsi sekaligus, yakni eksekutif dan legislatif, serupa bupati dan DPRD yang menyatu dalam satu sosok. Tidak jarang, ia juga harus berdiri di garis depan sebagai penengah untuk menyelesaikan berbagai persoalan domestik antarwarga.
Komitmen dan kesiapsiagaan ini membuat nama Berahim tidak asing lagi di kalangan pewarta. Sosoknya selalu muncul sebagai narasumber akar rumput pertama yang dihubungi oleh media jika bencana banjir melanda kawasan tersebut. Kepribadiannya yang supel lintas kalangan, mudah dihubungi, dan selalu terbuka memberikan keterangan valid membuatnya menjadi mitra yang sangat dihargai oleh para jurnalis.
Bagi warga, latar belakang profesinya di bidang pengamanan juga menjadi jaminan ketenangan tersendiri. Selama empat tahun 2009 hingga 2013, ia pernah mengabdi sebagai Satpam di Perusahaan Daerah, dan sejak 2015 hingga sekarang masih aktif menjaga keamanan di salah satu hotel bersejarah di Malinau. Pengalaman bertahun-tahun memastikan keselamatan orang lain berhasil ia transformasikan ke dalam lingkungan tempat tinggalnya.
Efeknya pun nyata. Selama menjabat pada periode pertama, tangan dingin Berahim dalam menjaga kondusifitas wilayah berulang kali mendapat pengakuan resmi. Ia tercatat beberapa kali meraih penghargaan bergengsi di bidang Keamanan Lingkungan, di antaranya dari Kepolisian Resor Malinau. Bahkan, belum lama ini, prestasi impresifnya di tingkat tapak mendapat apresiasi lebih tinggi berupa penghargaan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.
Di samping ketegasannya dalam aspek keamanan dan kebencanaan, putra daerah yang mengenyam pendidikan di SD Negeri 002 Malinau Barat, SMP Negeri 001 Malinau, dan SMK Negeri 2 Tarakan ini juga memiliki keahlian teknis yang jempolan di bidang konstruksi. Ia adalah seorang spesialis pemasangan dinding bata, plesteran, ahli keramik, hingga mahir mengoperasikan berbagai alat pertukangan listrik.
Menariknya lagi, Berahim memiliki kemampuan dasar membaca denah bangunan serta menghitung estimasi kebutuhan material secara akurat. Bakat terpendam ini menjadi modal krusial dalam periode kepemimpinannya. Warga tidak perlu khawatir akan adanya pembengkakan biaya atau proyek mangkrak ketika RT 14 melakukan pembenahan fasilitas umum, karena sang Ketua RT dipastikan mampu turun langsung mengawasi jalannya pembangunan fisik dengan mata seorang ahli.
(*)
Penulis: Mohammad Supri