Kesadaran Pilah Sampah Meningkat, Denpasar Percepat Pengolahan Sampah untuk Cegah Pencemaran Laut
Content Writer June 09, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Bali. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pulau Dewata menghasilkan hampir 4.000 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 71 persen masih belum terkelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.

Kondisi ini membuat sungai-sungai utama di Bali menjadi jalur utama sampah menuju laut. Di Kota Denpasar, volume sampah yang terbawa aliran sungai bahkan mencapai sekitar 44,1 ton per hari. Situasi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem perairan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan.

Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai upaya pengelolaan sampah, mulai dari peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan hingga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura I dan Tahura II. Saat ini, kedua fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 150 ton sampah per hari.

Penguatan Operasional TPST

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, mengatakan kapasitas pengolahan tersebut masih akan terus ditingkatkan.

"Sekarang sedang perakitan mesin untuk Tahura II dengan kapasitas 100 ton," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Dengan tambahan mesin tersebut, kapasitas pengolahan sampah di kawasan Tahura nantinya diproyeksikan mencapai 250 ton per hari.

Putra menjelaskan, pengolahan sampah di TPST Tahura I dan II dilakukan dalam tiga shift setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 23.00 Wita. Saat ini fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar 6 hingga 7 ton sampah setiap jam.

Selain meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan, Pemkot Denpasar juga terus memperluas edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat melalui sosialisasi dari rumah ke rumah. Monitoring terhadap pelaku usaha juga dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih baik.

Baca juga: Cuaca Bali Besok Selasa, 26 Mei 2026: Kota Denpasar Waspada Angin Kencang, Ubud Hujan di Pagi Hari

Kesadaran Pilah Sampah

Upaya yang dilakukan pemerintah daerah tersebut mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, saat melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Selasa (9/6/2026).

Dalam kunjungannya ke TPST Tahura I dan TPA Suwung, Jumhur menilai penanganan sampah di Bali menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam aspek kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut laporan yang diterimanya, tingkat kesadaran masyarakat Bali dalam memilah sampah sudah mencapai 71 persen.

"Saya rasa dari sejak tersiar kabar ada masalah sampah di Bali, khususnya di Badung dan Denpasar, ini sudah terjadi kemajuan yang luar biasa. Mereka sangat serius berkolaborasi tidak hanya pihak pemerintah, kabupaten atau kota dan juga provinsi, tapi juga masyarakat," kata Jumhur.

Ia menyebut gerakan pemilahan sampah yang semakin masif menjadi fondasi penting dalam memperbaiki tata kelola sampah di Bali.

Menurutnya, meski masih terdapat masyarakat yang belum memilah sampah, perubahan perilaku membutuhkan proses dan waktu.

Jumhur juga menyoroti proses pengolahan lanjutan yang dilakukan di TPST Tahura. Sampah organik yang telah dicacah dikirim ke Klungkung untuk diolah lebih lanjut, sementara hasil pengolahan berupa Refuse Derived Fuel (RDF) dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

"Bahkan nanti yang ke Klungkung itu sebentar lagi akan dikelola menjadi semacam pengganti batu bara. Itu tinggi kalorinya dan sedang diproses," ujarnya.

Ia optimistis pengolahan tersebut mulai berjalan pada Agustus 2026.

"Jadi sebenarnya ini sudah pada track yang benar dan kita mendorong terus," katanya.

Selain penguatan fasilitas pengolahan, Menteri Lingkungan Hidup juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan standar armada pengangkut sampah, termasuk truk-truk swakelola yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding armada milik pemerintah.

Menurutnya, dukungan anggaran dan pembinaan terhadap pengelola sampah swakelola perlu dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di Bali semakin efektif dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, Pemerintah Kota Denpasar berharap dapat menekan volume sampah yang berakhir di sungai maupun laut, sekaligus mendukung target pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Bali. 

Bersama Cita Loka Fest 2026

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat menunjukkan bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Semangat tersebut juga sejalan dengan tema yang diangkat dalam Cita Loka Fest 2026, yakni "Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri", yang mendorong lahirnya berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Melalui forum ini, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan organisasi masyarakat didorong untuk berbagi praktik terbaik dalam mewujudkan tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Tribun Network Gelar Cita Loka Fest 2026, Dorong Kolaborasi Daerah untuk Indonesia yang Lebih Asri

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.