Harga Ayam Melonjak, Rumah Makan Padang di Manggar Naikkan Harga Nasi Ayam Jadi Rp18 Ribu
Asmadi Pandapotan Siregar June 09, 2026 07:36 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Lonjakan harga daging ayam potong segar di Kabupaten Belitung Timur mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner. Kondisi tersebut memaksa sejumlah pemilik rumah makan melakukan penyesuaian harga jual demi menjaga keberlangsungan usaha.

Salah satunya dilakukan David (41), pemilik Rumah Makan Padang Sungai Tanang yang berlokasi di Desa Padang, Kecamatan Manggar. 

Siang itu, David sedang merapikan deretan kursi kosong di dalam rumah makannya. Suasana ruangan terasa sunyi. Terlihat dari depan pintu masuk pria paruh baya itu sempat duduk termenung sendirian di meja paling belakang.

Pandangannya menatap ke arah jalan raya di depan warung. Tak ada satu pun pembeli duduk di dalam ruangan saat itu, memaksanya untuk menghabiskan waktu disertai suara musik dari gawainya.

Rumah makan yang dikelola David sejatinya buka dari pagi hingga malam hari. Dalam kondisi normal, perputaran pembelinya terhitung lumayan, baik untuk makan di tempat maupun dibungkus.

Namun, per hari Selasa (9/6/2026) ini, David secara resmi mengubah harga untuk menu tertentu. Hal ini terpaksa ia lakukan karena modal yang membengkak.

"Mulai hari ini benar, harga nasi bungkus untuk lauk ayam terpaksa saya naikkan menjadi Rp18 ribu per porsi. Padahal, sebelum-sebelumnya kami masih sanggup jual di harga Rp17 ribu," ujar David.

Baca juga: Harga Beras Premium di Manggar Segera Naik, Pedagang Pilih Tahan Harga Lama

Baca juga: Harga Daging Masih Tinggi, Pedagang Pasar Manggar Keluhkan Sepinya Pembeli

Akan tetapi, David mengatakan kenaikan ini ia terapkan secara spesifik hanya untuk menu nasi dengan lauk ayam saja.

"Spesifik untuk menu lauk ayam saja yang saya naikkan harganya sekarang. Kalau menu yang lain, sebisa mungkin masih saya usahakan bertahan dengan harga lama," katanya.

Alasan mendasar di balik naiknya harga nasi ayam tersebut tentu terkait harga daging ayam potong segar yang saat ini posisinya sudah terlampau mahal baginya.

Berdasarkan belanja harian, harga daging ayam potong segar yang David beli dari agennya berada di Rp41 ribu per kilogram.

Nominal tersebut melonjak cukup tajam jika dibandingkan dengan ia yang biasanya membeli hanya Rp35 ribu per kilogram.

"Ayam mahal sekali sekarang di pasar, tembus Rp41 ribu per kilo. Padahal biasanya cuma Rp35 ribu-an. Karena modal bahan bakunya melambung, ya otomatis harga jual nasinya ikut terdorong naik," ucap David.

Setiap pagi, David rutin memesan dan membeli pasokan daging ayam seberat minimal 8 kilogram dari agen tersebut untuk diolah dan disajikan dalam waktu satu hari penuh.

David pun mengaku tidak sempat menanyakan alasan di balik kenaikan harga tersebut.

David terpaksa menerima berapapun harga yang disodorkan tanpa bisa menawar, lantaran agen tersebut merupakan satu di antara distributor daging ayam terbesar dan paling diandalkan.

"Saya tidak sempat tanya ke agen kenapa harganya bisa naik setinggi itu. Intinya dari sana bilang harga ayam sedang naik, ya sebagai pembeli yang butuh barang, kita cuma bisa pasrah menerima," jelasnya.

Adapun selama penyesuaian harga baru, David mengamati bahwa belum ada satu pun pembeli yang menyampaikan keluhan secara langsung di depan kasir warungnya.

Meski begitu, sebagai sesama masyarakat kecil, David sangat memahami bahwa diamnya para pembeli bukan serta merta mereka menerima kenaikan harga tersebut dengan lapang dada.

David mengatakan bisa saja keluhan tersebut sebanarnya tersimpan di dalam hati masing-masing pembeli nasinya.

"Kalau yang mengeluh secara langsung lewat ucapan memang tidak ada. Tapi saya yakin, setidaknya di dalam hati kecil mereka pasti mengeluh," ungkapnya.

Terakhir, David berharap agar gejolak harga pangan di Kabupaten Belitung Timur bisa segera diredam agar perputaran ekonomi di Belitung Timur bisa semakin membaik.

"Harapannya tentu saja harga barang-barang di pasar bisa wajar. Kalau modal bahan baku turun, otomatis penjualan kami bisa meningkat," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.