Sepekan Jelang Galungan-Kuningan, Harga Cabai di Jembrana Bali Mulai Naik hingga Rp75 Ribu
Putu Kartika Viktriani June 09, 2026 07:38 PM

TRIBUN-BALI.COM - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Jembrana, Bali, masih relatif stabil pada Selasa 9 Juni 2026. . 

Namun di tengah kondisi tersebut, harga komoditas cabai mulai menunjukkan kenaikan cukup signifikan.

Bahkan harga cabai rawit merah kini menembus Rp75 ribu per kilogram atau naik sekitar 7 persen dibanding pekan sebelumnya.

Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya biaya distribusi, faktor cuaca, hingga mulai melonjaknya permintaan masyarakat menjelang hari raya umat Hindu di Bali.

 

Sejumlah bapok seperti beras, minyak gula serta lainnya masih belum terjadi kenaikan harga.

Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai.

Baca juga: Pencuri Sapi di Karangasem Bali Ditangkap usai Resahkan Warga, Ternyata Juga Gasak Babi

Salah satunya cabai rawit merah yang sudah naik 7 persen atau Rp5.000 per kilogram sehingga menjadi Rp75.000 per kilogram.

Menurut data yang berhasil diperoleh, untuk harga beras lokal masih di kisaran Rp14.200 per kilogramnya.

Sementara beras premium di Rp15.300 per kilogramnya. Kemudian harga gula pasir masih stabil di Rp17.000 dan minyak goreng curah (sawit super) di harga Rp20.250 serta minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter. 

Kemudian harga daging babi kualitas I di harga Rp90.000 per kilogram dan ayam potong broiler di Rp30.000 per kilogram. 

Sementara itu, kenaikan harga terpantau pada komoditas cabai.

Seperti cabai merah besar yang alami kenaikan Rp2.000 dari Rp48.000 menjadi Rp50.000, kemudian cabai rawit merah yang alami kenaikan Rp5.000 dari Rp70.000 menjadi Rp75.000 per kilogramnya. 

"Sesuai pemantauan harga bapok di lapangan, terpantau masih stabil," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana, I Wayan Harta Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa 9 Juni 2026.

Dia menyebutkan, meskipun begitu ada kenaikan harga pada komoditas cabai. Seperti cabai merah besar dan juga cabai rawit merah. Kenaikan ini dipengaruhi sejumlah faktor seperti kenaikan harga logistik serta lainnya. 

"Dipengaruhi kenaikan harga logistik, distribusi dan faktor cuaca juga. Termasuk permintaan yang mulai meningkat menjelang hari raya di Bali," ungkap Harta Wijaya. 

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini, kata dia, pihaknya bakal menggelar operasi pasar di sejumlah titik lokasi untuk menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Seperti beras, minyak goreng, telur, bawang dan lainnya. 

Terdata ada tiga titik lokasi operasi pasar menjelang hari raya. Diantaranya Pasar Umum Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo pada Rabu 10 Juni besok, kemudian di Pasar Anyar Banjar Tengah, Kecamatan Negara pada Kamis 11 Juni, dan Pasar Umum Pekutatan pada Jumat 12 Juni mendatang.

"Kita melaksanakan operasi pasar dengan harapan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Termasuk juga untuk menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi akibat lonjakan permintaan masyarakat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan kali ini," harapnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.