TRIBUN-SULBAR.COM – Selama ini banyak istilah otomotif yang sering digunakan di Indonesia ternyata bukan berasal dari bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia asli, melainkan merupakan serapan dari bahasa Belanda.
Hal ini kerap membuat sebagian orang bertanya-tanya, terutama saat membandingkan istilah teknis dalam bahasa Inggris dengan istilah yang digunakan di bengkel atau dunia otomotif Indonesia.
Baca juga: Harga Oli Motor Matik di Mamuju Naik Hingga Rp13 Ribu Kini Tembus Rp63 Ribu Efek Rupiah Melemah
Baca juga: Samsul Dukung Kroasia di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya Bikin Geleng Kepala
Misalnya saja kata ban yang dalam bahasa Inggris disebut tire, atau kopling yang dikenal sebagai clutch.
Ternyata, istilah yang digunakan di Indonesia memiliki akar sejarah dari bahasa Belanda.
Menurut Sriyono dari Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), banyak istilah otomotif di Indonesia merupakan adaptasi dari bahasa Belanda yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan.
Salah satu contohnya adalah kopling yang berasal dari kata Belanda koppeling. Sementara itu, busi berasal dari kata bougie yang berarti spark plug dalam bahasa Inggris.
Istilah lain seperti noken as berasal dari nokkenas, seher dari zuiger (piston), hingga persneling dari versnelling juga memiliki akar yang sama.
Tak hanya itu, istilah teknis lain seperti sekring (zekering), oli (olie), rem, hingga velg (velgen) juga merupakan serapan dari bahasa Belanda yang telah disesuaikan dengan pelafalan masyarakat Indonesia.
Berikut beberapa istilah otomotif yang berasal dari bahasa Belanda:
Fenomena ini menunjukkan kuatnya pengaruh bahasa Belanda dalam dunia otomotif Indonesia sejak masa kolonial hingga kini.
Jadi, tak heran jika banyak istilah bengkel yang terdengar “lokal”, ternyata punya akar bahasa asing yang sudah lama melekat dalam keseharian.(*)
Sumber : gridoto.com