Pemuda di Samarinda Diduga Terjun dari Jembatan Mahakam I,  Keluarga Hanya Temukan Sandal
Hari Widodo June 09, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Baru dua hari pasca menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, Gilang Ramadhan (23) diduga melakukan aksi nekat terjun dari Jembatan Mahakam I, Selasa (09/06/2026) dini hari.

Pasca aksinya itu, warga Jalan Slamet Riyadi Gang Rukun, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, tak diketahui nasibnya.

Hingga kini, tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian keberadaan korban di kawasan Jembatan Mahakam I.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co menyebutkan, aksi korban ini terungkap saat  pihak keluarga menemukan dua lembar surat yang ditinggalkan Gilang di dalam kamarnya usai ia keluar rumah pada dini hari.

Baca juga: Mobil Terjun Sawah di Desa Kersik Putih Tanahbumbu, Diduga Hilang Kendali saat Hendak Menyalip

Kakak kandung korban, Rosita, menceritakan bahwa adiknya keluar rumah sekitar pukul 00.00 WITA saat sebagian besar anggota keluarga telah beristirahat.

Kecurigaan muncul ketika salah satu anggota keluarga memeriksa kamar korban dan menemukan dua lembar surat berisi pesan yang ditinggalkan.

“Adik saya itu jam 12 malam keluar. Saat kakak saya mengecek kamar, hanya ada ditemukan surat dari Gilang,” ungkapnya.

Panik mendapati pesan tersebut, pihak keluarga langsung bergegas melakukan pencarian menuju Jembatan Mahakam I.

Namun, setibanya di sana, mereka hanya menemukan sepasang sandal yang tergeletak tanpa pemilik.

Sandal tersebut ditemukan di sisi kanan jembatan (jika mengarah dari Samarinda Seberang menuju Kota), tepat di antara tiang pertama dan kedua yang menjorok langsung ke arah derasnya arus Sungai Mahakam.

Peristiwa ini menjadi semakin menyayat hati setelah fakta di balik kondisi psikologis korban terungkap.

Pihak kepolisian membeberkan bahwa Gilang sebenarnya tengah berjuang keras melawan depresi dan gangguan kesehatan mental yang dialaminya.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan keluarga kepada pihak kepolisian.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengatakan pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya pernah mengalami gangguan kesehatan mental dan sempat menjalani perawatan.

“Keluarga menyampaikan sekitar satu hingga dua minggu sebelum kejadian, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil dicegah. Korban juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan baru dua hari keluar sebelum kejadian ini,” kata Ipda Mat Bahri.

Menurutnya, informasi tersebut menjadi bagian dari data yang dihimpun petugas dalam proses pencarian dan pendalaman peristiwa.

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

 Setelah menerima laporan dari keluarga, personel Samapta Polresta Samarinda langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Sat Polairud serta KP3 untuk melakukan pencarian.

Namun, proses pencarian pada dini hari mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Hujan lebat dan minimnya jarak pandang di kawasan Sungai Mahakam membuat proses pencarian belum dapat dilakukan secara maksimal.

Baca juga: Nasib Pengemudi Perempuan Setelah Minibus Terjun Ke Jurang Jembatan Tiung Jorong Tanahlaut Kalsel

Hingga Selasa siang, tim SAR gabungan bersama kepolisian masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Keluarga kini hanya bisa pasrah dan berharap tubuh Gilang dapat segera ditemukan.

 Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas guna membantu proses pencarian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.