BANGKAPOS.COM--Nama selebgram Keanu AGL kembali menjadi sorotan publik setelah ia memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang menyeret Hanania Group.
Kehadirannya sebagai saksi membuat publik kembali menyoroti sosok dan perjalanan karier digital kreator yang dikenal dengan gaya bicara blak-blakan tersebut.
Seiring mencuatnya kasus ini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada proses hukum yang tengah berjalan, tetapi juga pada profil Keanu AGL yang selama ini dikenal sebagai salah satu selebgram dengan karakter konten unik di media sosial.
Keanu AGL memiliki nama asli Muhammad Miftahul Huda.
Ia dikenal sebagai selebgram, kreator konten, sekaligus figur publik yang populer berkat gaya komunikasi spontan, humoris, dan sering kali apa adanya di berbagai platform media sosial.
Keanu mulai dikenal luas melalui konten-konten hiburan yang menampilkan keseharian, komentar sosial, hingga interaksi jenaka dengan pengikutnya.
Gaya khasnya yang tidak dibuat-buat membuat dirinya memiliki basis penggemar yang cukup besar di kalangan pengguna media sosial Indonesia.
Selain aktif sebagai konten kreator, Keanu juga kerap terlibat dalam berbagai kerja sama brand dan promosi digital, baik di bidang lifestyle, hiburan, maupun perjalanan.
Dalam kasus yang tengah ditangani Polda Metro Jaya, Keanu dipanggil untuk memberikan keterangan terkait keterlibatannya dalam promosi Hanania Tour & Travel, bagian dari Hanania Group yang kini sedang diselidiki atas dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah.
Kasus ini mencuat setelah nama Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, ditetapkan sebagai pihak yang didalami penyidik.
Sejumlah influencer yang pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut juga ikut diperiksa untuk melengkapi rangkaian penyidikan.
Keanu menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak travel tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu dalam bentuk promosi perjalanan umrah melalui media sosial.
“Enggak ngitung. 25 (pertanyaan),” kata Keanu saat menjelaskan jumlah pertanyaan penyidik di Polda Metro Jaya, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya dimintai keterangan sebagai saksi dan menjelaskan secara detail kronologi kerja sama yang pernah dijalani.
Dalam keterangannya, Keanu juga membantah keras isu yang menyebut dirinya menerima bayaran endorse bernilai besar hingga miliaran rupiah dari Hanania Group.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang dilakukan tidak berbentuk transaksi uang.
“Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama sama Hanania itu aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” ujar Keanu.
Menurutnya, bentuk kerja sama tersebut adalah pertukaran jasa promosi dengan fasilitas perjalanan umrah gratis bagi dirinya dan tim, yang kemudian dipublikasikan melalui konten media sosial.
“Jadi mereka berangkatkan aku, aku promo-in testimoni aku, pengalaman aku selama di sana,” tambahnya.
Untuk memperkuat pernyataannya, Keanu juga menyerahkan bukti berupa mutasi rekening pribadi kepada penyidik untuk menunjukkan bahwa tidak ada aliran dana dari pihak travel ke rekeningnya.
“Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” jelasnya.
Kuasa hukum Keanu, Charles P. Situmorang, menegaskan bahwa kliennya hadir sebagai saksi dan kooperatif dalam proses pemeriksaan.
Ia juga menyebut pemeriksaan ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.
“Ada dugaan disebarkan informasi bahwa ada dugaan Keanu ini menerima miliaran rupiah, padahal itu tidak benar. Mas Keanu itu tidak menerima fee pembayaran endorse,” kata Charles.
Ia menambahkan bahwa kerja sama yang dilakukan Keanu dengan pihak travel sepenuhnya bersifat barter tanpa adanya pembayaran dalam bentuk uang tunai.
Di luar kasus hukum yang tengah berjalan, Keanu AGL dikenal publik sebagai salah satu figur media sosial yang menonjol karena karakter kontennya yang jujur, spontan, dan sering menyampaikan opini dengan gaya santai.
Popularitasnya tumbuh dari konsistensi dalam membuat konten hiburan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus kemampuannya membangun interaksi yang kuat dengan pengikutnya.
Meski kini namanya terseret dalam pusaran kasus yang masih diselidiki, Keanu tetap menegaskan bahwa dirinya hanya menjalani peran sebagai kreator konten dalam kerja sama promosi yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu.
Proses Hukum Masih Berjalan
Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group.
Sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kerja sama promosi perusahaan tersebut juga masih berpotensi dimintai keterangan.
Polisi menegaskan bahwa penyidikan dilakukan untuk mengurai secara menyeluruh konstruksi perkara, termasuk hubungan antara pihak perusahaan dan para influencer yang pernah terlibat dalam kegiatan promosi.
Dengan demikian, kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan nama-nama figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial.
(Tribunnewsmaker.com/Grid.id/Devi Agustiana/Bangkapos.com)