Silakan siapapun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan BGN yang memutuskan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung penuh empat langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," kata Menkes Budi Gunadi saat menerima kunjungan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang beserta dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan itu Nanik memaparkan empat langkah yang akan diambil pimpinan BGN dalam rangka menata ulang Program MBG, yang meliputi refocusing (mengatur ulang prioritas) penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

"Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kemenkes karena fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang menjadi domain isu Kemenkes," kata Nanik.

Ia juga menegaskan sinergi Kemenkes dan BGN akan mencakup integrasi data serta detail program.

Menkes mengemukakan akan menyiapkan para ahli kesehatan dan gizi anak dari Kemenkes untuk mendukung BGN dalam upaya menyukseskan langkah-langkah perbaikan tata kelola MBG.

"Silakan siapapun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan BGN yang memutuskan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Nanik juga menegaskan bahwa pimpinan BGN kini lebih bersifat kolektif kolegial. Sebagai kepala BGN, kata dia, tidak akan memutuskan berbagai persoalan tanpa persetujuan dua wakilnya.

"Saya hanya sebagai ketua kelas saja. Semua akan kami putuskan bersama," ucap Nanik.

Ia mengapresiasi dukungan Menkes Budi Gunadi beserta seluruh jajarannya kepada BGN. Ke depan Nanik berharap kerja sama tersebut terus berkelanjutan dan semakin erat dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.