Pelukis Antaresa Hendita Gelar Pameran Epiphany di Jakarta, Angkat Refleksi Perjalanan Hidup
Satrio Sarwo Trengginas June 09, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelukis Antaresa Hendita menggelar pameran tunggal bertajuk "Epiphany: A Testimony of Healing And Restoration" di Art1 Space, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) lalu.

Dalam pameran ketiganya tersebut, Hendita menampilkan sebanyak 58 karya lukis yang telah dikurasi oleh Anna Sungkar.

Hendita mengatakan, seluruh karya yang dipamerkan lahir dari proses refleksi dan pengalaman pribadi yang dijalaninya selama beberapa waktu terakhir.

"Ada banyak hal yang saya rasakan dan lalui dalam menyelesaikan seluruh lukisan ini. Saya banyak berbicara kepada diri sendiri dan juga Tuhan," kata Hendita, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, proses penciptaan karya dalam pameran Epiphany membawanya pada pemahaman mengenai berbagai luka batin yang telah lama tersimpan.

Ia menyebut tema "pulang" menjadi salah satu benang merah dalam keseluruhan karya yang dipamerkan. 

Bagi Hendita, sosok ibu merupakan representasi rumah dan tempat kembali dalam perjalanan hidup.

"Saya sadar ada hal-hal yang perlu saya sembuhkan dalam diri, dan itu ada di ibu saya. Rumah bagi saya adalah ibu," ujar dia.

Pameran tersebut menghadirkan berbagai karya yang menampilkan sapuan warna, bentuk, dan struktur visual sebagai representasi pengalaman batin serta proses pemulihan diri.

Selain memamerkan puluhan lukisan, Hendita juga meluncurkan buku berjudul Epiphany.

Buku itu berisi cerita dan narasi yang melengkapi karya-karya yang ditampilkan dalam pameran.

Pameran Epiphany menjadi ruang bagi Hendita untuk membagikan perjalanan personalnya melalui medium seni rupa sekaligus mendokumentasikan proses refleksi yang melatarbelakangi lahirnya 58 karya tersebut.

Berita terkait

  • Baca juga: Indonesia Melukis Jadi Momen Bangkitnya Semangat Ribuan Pelukis di Indonesia Usai Pandemi Covid-19
  • Baca juga: Mengenal Vina Candrawati, Pelukis Pasir Cantik yang Muncul saat HUT ke-495 Kota Jakarta di Monas
  • Baca juga: Kisah Akhir Pelukis Sadis: Bunuh Satpam Toko Demi Curi Kamera Mahal usai Lihat Isi Dompet Cekak

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.