Bukan Sekadar Angka, Ini Filosofi Mendalam di Balik Logo Hari Jadi ke-222 Klaten
Delta Lidina June 09, 2026 08:52 PM

TRIBUNTRENDS.COM – Logo Hari Jadi ke-222 Klaten tidak hanya menampilkan angka usia daerah. Di balik desainnya, tersimpan filosofi tentang pembangunan, kelestarian lingkungan, semangat gotong-royong, hingga cita-cita mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Logo resmi yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Klaten mengusung tema "Sahita Hamemayu Raharja". Tema tersebut menjadi benang merah seluruh elemen visual yang membentuk angka 222.

Berdasarkan pedoman identitas visual, angka 222 merepresentasikan usia Klaten yang telah mencapai 222 tahun dan terus bergerak maju secara kolektif dan progresif. 

Pada bagian keseluruhan logo terdapat bentuk menyerupai gunungan wayang. Elemen ini menjadi simbol keseimbangan antara kehidupan manusia dengan alam sehingga tercipta harmoni dan keadilan sosial. 

Sementara itu, kobaran api yang membentuk bagian logo melambangkan kesadaran dan semangat juang masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan. 

Baca juga: Logo Hari Jadi ke-222 Klaten Diluncurkan, Usung Tema Sahita Hamemayu Raharja yang Sarat Makna

Elemen liuk pita berwarna merah menggambarkan gerak pembangunan yang progresif. Makna tersebut selaras dengan konsep Hamemayu, yakni membangun daerah sembari menjaga kekayaan alam dan seni budaya yang dimiliki. 

HUT KLATEN - Logo resmi Hari Jadi ke-222 Klaten bertema
HUT KLATEN - Logo resmi Hari Jadi ke-222 Klaten bertema "Sahita Hamemayu Raharja" yang diluncurkan Pemkab Klaten, Senin (8/6/2026). Logo tersebut menjadi identitas visual seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten tahun 2026. (Instagram/@hamenang @kominfo.klaten)

Sementara itu, kobaran api dan liuk pita digabungkan dengan tambahan ornamen kuning yang dimaknai dengan kolaborasi "Sahita". Merefleksikan soliodaritas dan semangat persatuan guna wujudkan keharmonisan dan tujuan bersama. 

Di bagian bawah terdapat unsur padi "Raharja" yang menjadi simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Padi dipilih karena menggambarkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan tujuan bersama.  

Filosofi tersebut diperkuat oleh makna tema yang diusung tahun ini. Sahita berarti kebersamaan dan gotong royong, Hamemayu bermakna pembangunan yang menjaga lingkungan serta budaya, sedangkan Raharja berarti kondisi masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. 

Keseluruhan elemen itu dirancang menjadi satu kesatuan visual yang tidak hanya memperingati usia Klaten, tetapi juga menggambarkan arah pembangunan daerah yang ingin dicapai melalui kolaborasi seluruh masyarakat. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.