Kapal Tongkang Karam di Perairan Bengkulu Selatan Ramai Dikunjungi, Jadi Spot Foto Warga
Rita Lismini June 09, 2026 08:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Kapal tongkang yang karam di perairan Pantai Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, menarik perhatian masyarakat.

Pantauan TribunBengkulu.com, banyak warga mendatangi lokasi tongkang yang karam tersebut untuk melihat secara langsung.

Meski harus menempuh perjalanan lebih dari 10 menit dari jalan utama menuju pantai dengan akses yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, hal itu tidak mengurangi antusias masyarakat.

Warga mengaku penasaran ingin melihat dari dekat ukuran tongkang yang karam. Selain itu, keberadaan tongkang tersebut juga menjadi objek foto bagi para pengunjung yang datang ke lokasi.

Memasuki sore hari, masyarakat tampak memadati area pantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang tongkang yang terdampar.

“Kami ingin melihat langsung kapal ini karena ukurannya besar. Kejadian seperti ini juga sudah beberapa kali terjadi di sini,” ujar Yantodi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (9/6/2026).

Ungkap Sudah 4 Kali Kapal Karam di Lokasi

Yantodi mengungkapkan bahwa peristiwa kapal karam di wilayah tersebut bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya sudah ada tiga kejadian serupa, sehingga total sudah empat tongkang yang pernah karam di kawasan pantai tersebut.

“Jarak waktunya sekitar 20 tahunan, mulai tahun 1969, 1989, 2003, dan sekarang tahun 2026,” ungkap Yantodi.

Menurutnya, kapal-kapal yang karam pada kejadian sebelumnya tidak berhasil ditarik kembali oleh kapal induknya. Akibatnya, bangkai kapal tersebut perlahan rusak dan hilang seiring berjalannya waktu.

“Kalau kapal yang sekarang rencananya akan ditarik besok oleh kapal induk,” pungkas Yantodi.

Sementara itu, berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, posisi kapal induk berada sekitar 200 mil laut dari lokasi tongkang yang karam. Proses penarikan direncanakan dilakukan pada Rabu (10/6/2026), apabila kondisi cuaca mendukung.

Proses evakuasi diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu satu hari. Tongkang tersebut diketahui akan menuju Lampung untuk mengangkut muatan.

Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti jenis barang yang akan dibawa, meski tongkang tersebut umumnya digunakan untuk mengangkut batu bara dan pasir.

Pihak terkait masih terus memantau kondisi tongkang di lokasi serta menunggu proses evakuasi yang akan dilakukan guna mencegah dampak lebih lanjut terhadap aktivitas pelayaran di perairan Bengkulu Selatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.