Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Belasan anjing dilaporkan hilang pasca kejadian tewasnya bocah berusia 9 tahun berinisial MAS di wilayah Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.
Dalam perkara tersebut, total terdapat 125 ekor anjing pemburu babi hutan yang masuk dalam objek penanganan oleh petugas.
Ratusan hewan tersebut terdiri dari 109 ekor anjing dalam kondisi hidup dan empat ekor ditemukan mati.
Sementara itu, 12 ekor anjing pemburu lainnya dinyatakan hilang dan saat ini masih dalam proses pencarian.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar di media sosial, karena penanganan perkara terukur secara hukum maupun medis.
"Kami minta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada petugas dan bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Anjing yang ditemukan hidup dan mati tersebut dilakukan pengunjian sampel rabies untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dalam pengujian sampel ini Polres Bogor berkoordinasi dengan Puslabfor dan juga Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor.
"Uji laboratoris terhadap ratusan hewan ini menjadi pijakan kuat bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan," katanya.
Baca juga: Sosok Pemilik Anjing yang Tewaskan Bocah, Bukan Warga Bogor, Gelagatnya Disorot Usai Korban Wafat
Sementara itu, pencarian terhadap anjing yang hilang tersebut masih terus dilakukan guna memastikan keamanan masyarakat.
Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat mengatakan, satu dari 12 anjing yang hilang tersebut telah ditemukan pada Selasa (9/6/2026).
Anjing pemburu tersebut, kata dia, ditemukan oleh warga dan selanjutnya diaerahkan untuk diamankan.
"Kita baru dapat satu, ditemukan di peternakan Desa Setu, Jasinga ada di wilayah hutan, pak RT-nya ngasihinnya ke sini," katanya.
Di samping terus melakukan pencarian, pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tidak beraktivitas di kawasan hutan.
Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama penanganan masih terus dilakukan.
"Saya sudah kordinasi dengan dua desa ini saya imbau karena berdekatan dengan hutan tersebut agar tidak berada di derah-daerah yang kemarin perburuan," katanya.