Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Jawa Barat layak menjadi contoh kerukunan dan kebersamaan bagi daerah lain di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 Hijriah dengan tema Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga meluncurkan Indonesia Economic Islam Forum, sebuah wadah yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Nasaruddin mengatakan, Jawa Barat menunjukkan contoh hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kedekatan yang terjalin antara pemimpin daerah dan warga menjadi modal penting dalam membangun daerah.
"Bagaimana masyarakat mencintai gubernurnya dan sebaliknya bagaimana gubernur mencintai dan memprioritaskan kesejahteraan rakyatnya. Inilah contoh yang sangat bagus untuk ke depan. Inilah Indonesia dan inilah Islam," kata Nasaruddin, kepada awak media, Selasa (9/6/2026).
Ia berharap Jawa Barat dapat menjadi cermin bagi daerah lain, tidak hanya dalam membangun kerukunan umat, tetapi juga dalam memperkuat kebersamaan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
"Kita berharap Jawa Barat ini menjadi cermin sebagai pusat kerukunan umat dan warga. Dan kita juga salut gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Bapak Gubernur yang betul-betul menciptakan sebuah kebersamaan yang luar biasa," ujarnya.
Pada momentum Tahun Baru Islam tersebut, Nasaruddin juga mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperkuat nilai-nilai Islam yang damai, penuh kasih sayang, dan membawa manfaat bagi sesama.
Dalam tausiyahnya dia mengingatkan pentingnya membiasakan membaca basmalah dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan saat makan, tetapi juga ketika belajar, membaca Al-Qur'an, bekerja, hingga menuntut ilmu sebagai bentuk menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan sarana ibadah ke depan akan lebih difokuskan pada masjid-masjid kecil yang berada di lingkungan masyarakat dibandingkan pembangunan masjid berukuran besar dan megah.
Menurut Dedi, keberadaan masjid lingkungan memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan warga.
"Kalau masjid-masjid yang megah itu sudah banyak di Jawa Barat. Yang diperlukan hari ini adalah mengembangkan masjid-masjid dan tajug yang ada di lingkungan masyarakat," ujar Dedi.
Ia menjelaskan, program tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan dana desa sehingga pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga keberlangsungan pengelolaannya.
Selain pembangunan sarana, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menyiapkan dukungan operasional agar masjid yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan masyarakat.
"Dana desa nanti akan terintegrasi untuk pembangunan dan pengelolaannya, sehingga masjid benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," katanya.