Rupiah Tembus Rp18 Ribu Bikin Harga Onderdil Melonjak, Tarif Bus di Terminal Cicaheum Masih Normal
Ravianto June 09, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tarif bus dari Terminal Cicaheum ke berbagai daerah tujuan, masih normal meski harga oli dan onderdil melonjak akibat nilai tukar rupiah melemah hingga tembus level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, potensi kenaikan tarif bisa terjadi jika biaya operasional terus meningkat. Namun, untuk saat ini pengelola terminal belum menerima laporan maupun pengaduan dari masyarakat terkait kenaikan tarif itu.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan jika ada kenaikan tarif, biasanya akan diinformasikan oleh pihak Perusahaan Otobus (PO) kepada pengelola terminal dan biasanya ada keluhan dari penumpang.

"Sejauh ini belum ada kenaikan. Kalau ada kenaikan biasanya ada konfirmasi dulu ke kami, dan sering ada pengaduan dari penumpang. Sekarang saya setiap hari di lapangan dan belum ada laporan," ujar Asep, Selasa (9/6/2026).

Kendati demikian, Asep menilai pelemahan nilai rupiah hingga berujung harga oli dan onderdil melonjak itu berpotensi memengaruhi tarif bus ke depan karena dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan otobus.

"Ya pasti, kemungkinan tarif pasti naik karena kan kalau seperti itu operasional menjadi lebih berat. Kalau sekarang masih normal, tarif rute Bandung–Yogyakarta Rp190 ribu, Bandung–Denpasar Rp600 ribu," katanya.

Penumpang asal Ujungberung Hendar (52) mengatakan, tarif bus rute Bandung-Semarang hingga saat ini belum ada kenaikan, sehingga ia pun masih tetap setia naik bus saat pulang pergi ke Semarang.

"Saya baru sampai dari Semarang, tarif bus Rp 375 ribu belum naik, masih tetap sama. Tapi kalau naik ya berat juga kalau bisa mah harus turun jadi Rp 200 ribu," ucap Hendar.

Saat disinggung alasan lebih memilih bus ketimbang transportasi umum yang lain, Hendar mengaku karena menggunakan bus lebih simpel, tidak ribet saat pesan tiket, lebih santai, dan bisa menikmati perjalanan.

"Jadi kalau pindah ke transportasi lain untuk sekarang enggak dulu. Tapi kalau tarif naik nanti dipikirkan," katanya.

Penumpang bus asal Ujungberung yang lainnya, Heru (45) juga mengatakan hal yang sama bahwa tarif bus rute Bandung-Semarang belum naik. Namun, dia sudah mempertimbangkan pindah transportasi lain jika tarif naik.

"Kalau naik nanti cari travel yang tarifnya lebih murah, tapi sekarang bus dulu karena sudah terbiasa dan saya sudah merasa nyaman meski waktunya 5 jam," ujar Heru.(*)

Baca juga: Harusnya Sudah Kosong, Terminal Cicaheum Bandung Ternyata Masih Dipadati Bus AKAP dan AKDP

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.