POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pedagang bumbu dapur di Pasar Lipat Kajang Manggar masih harus bersabar menunggu lapak dagangannya diramaikan oleh pembeli.
Hingga tengah hari, Selasa (9/6/2026), barang dagangan para pedagang masih penuh. Suasana pasar, tak jauh berbeda dari hari kemarin, koridor terlihat lenggang.
Amirudin (40) pedagang pasar mengatakan dua hari berturut-turut sepi pembeli. Sementara modal yang dikeluarkan untuk menebus barang dari distributor masih tinggi.
"Sama saja kayak kemarin, sepi pembeli. Untuk harga-harga bumbu dapur dan bawang juga masih harga kemarin," ujar Mimi sapaan akrab pedagang bumbu dapur di Pasar Lipat Kajang Manggar saat ditemui Posbelitung.co, Selasa (9/6/2026).
Melihat kondisi dua hari belakangan ini, ia pun harus memperhitungkan kembali untuk menambah barang dagangannya agar tak mengalami rugi besar.
Mimi mengaku tak berani menambah stok barang dagangannya. Bila tak laku, yang dikhawatirnya barang dagangannya seperti sayur-mayur akan layu dan busuk.
"Tapi kalau tidak menyetok, nanti pas ada yang datang nyari barangnya kosong," ucapnya.
Adapun untuk harga komoditas dagangan Mimi memang belum bergeser sedikit pun. Cabai besar masih di angka Rp60 ribu per kilogram, ditempel cabai rawit yang masih Rp70 ribu per kilogram.
Kemudian Bawang Brebes masih dipatok seharga Rp75 ribu per kilogram. Sementara bawang batu Rp50 ribu per kilogram dan bawang peking Rp42 ribu per kilogram.
Komoditas yang paling terasa kenaikannya adalah bawang putih. Dari yang sebelumnya seharga Rp36 ribu, kini melesat di harga Rp44 ribu per kilogram.
Tak hanya itu, deretan sayuran pun dinilai Mimi masih cukup tinggi. Sayur kol hari ini dihargai Rp18 ribu per kilogram, wortel Rp35 ribu per kilogram, kentang Rp22 ribu per kilogram, serta sawi putih di Rp20 ribu per kilogram.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Mimi mengambil langkah untuk memangkas margin keuntungan pribadinya sedalam mungkin karena situasi ini. Ia bahkan rela mengabaikan profit.
"Mending bertahan dulu pakai harga kemarin dan ambil untung tipis sekali, yang penting barang harian kelar keluar dan pembeli tetap datang," ungkapnya.
Terakhir, Mimi berharap daya beli masyarakat bisa segera naik ke posisi normal sebelum barang dagangannya rusak dimakan waktu.
"Harapan saya ya semoga pasar ini bisa kembali hidup dan normal lagi jalannya," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)