Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Restha Merliny Ndaomanu mengatakan, isu ihwal penghentian sementara pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru belum diterima dari Badan Gizi Nasional (BGN) sampai detik ini.
Sejauh ini, proses pelayanan di Dapur SPPG di wilayah Kabupaten TTU berjalan sebagaimana mestinya.
Restha menerangkan, hingga detik ini, belum ada pengajuan pembangunan Dapur SPPG baru di wilayah Kabupaten TTU. Saat ini, sebanyak 14 Dapur SPPG beroperasi di Kabupaten TTU.
"Dari 14 Dapur SPPG ini, sebanyak 3 dapur yang sedang dihentikan sementara operasionalnya," ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga: Cegah TPPO, Wakil Bupati TTU Minta OPD Data Semua PJLP
Sampai detik ini, kata Restha, belum ada arahan terbaru secara resmi dari BGN pasca pergantian pimpinan. Sejumlah isu yang berkembang di luar masih belum bisa diverifikasi.
Ia menjelaskan, sejauh ini belum ada Dapur SPPG baru yang siap untuk diresmikan. Sementara tiga dapur yang dihentikan operasionalnya ini disebabkan oleh beberapa penyebab berbeda.
Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten TTU, Kamillus Elu, S. H menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional tiga Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten TTU.
Penghentian operasional tiga dapur tersebut dilaksanakan sejak Bulan April dan Mei 2026 lalu.
Ia menuturkan, penghentian ketiga dapur tersebut dengan alasan berbeda. Dapur SPPG Susulaku ditutup sementara lantaran terjadi dugaan keracunan makanan yang dialami siswa-siswi beberapa waktu lalu.
Sementara dua Dapur SPPG lainnya yang dihentikan operasionalnya sementara yakni SPPG Kefamenanu Tengah 1 dan SPPG Sasi 2. Penghentian operasional dua SPPG di Kota Kefamenanu tersebut disebabkan oleh adanya perbaikan infrastruktur. Pasalnya, ada beberapa bagian bangunan pada dua SPPG tersebut membutuhkan perbaikan atau renovasi.
Selain itu, ada beberapa peralatan yang harus diperbaiki. Mengingat perbaikan tersebut masuk kategori perbaikan mayor maka, operasional dua SPPG tersebut mesti dihentikan sementara waktu.
"Supaya tidak mengganggu aktivitas operasional dapur tersebut. Sementara SPPG Susulaku katanya sedang dalam proses pengaktifan kembali operasionalnya," ucapnya.
Dapur SPPG Susulaku berada di bawah naungan Yayasan Nekmese Mafiti Matulun, Dapur SPPG Kefamenanu Tengah 1 milik Yayasan Peduli Timorana Mandiri.
Sedangkan Dapur SPPG Sasi 2 milik Yayasan Cahaya Menembus Batas.
Batas waktu pemberhentian operasional dapur tersebut tergantung kesiapan masing-masing dapur.
Tergantung kesiapan masing-masing dapur dan persetujuan BGN.
Dikatakan Kamillus, ia juga sudah meminta Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan TTU untuk melakukan pemetaan potensi beras dan ayam di Kabupaten TTU.
Hal ini bertujuan agar semua kebutuhan bahan baku dasar program ini disuplai oleh para petani dan peternak di Kabupaten TTU. (bbr)