Tim Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Teliti Kerukunan Umat Beragama di Mempawah
Maudy Asri Gita Utami June 09, 2026 09:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari tim peneliti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bersama Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKat) Pontianak, Selasa 9 Juni 2026. 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Mora The Air Fund 2026 yang berfokus pada penguatan penelitian di bidang sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor FKUB Kabupaten Mempawah itu menjadi wadah diskusi sekaligus pengumpulan data terkait praktik kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat multikultural Kalimantan Barat.

Rombongan peneliti dipimpin oleh Prof. Dr. H. Zainudin, MA bersama Elmansyah, M.Si dari IAIN Pontianak. 

Turut hadir dalam tim penelitian tersebut Ona Sastro Lumban Tobing, M.Th, Oktavianey Gasperius, M.Th, dan Angga Setya Bhakti, MA dari STAKat Negeri Pontianak.

Kedatangan para akademisi disambut langsung oleh Ketua FKUB Kabupaten Mempawah H. Askandar, SH, Wakil Ketua H. M. Sholihin, S.Pd.I, Wakil Ketua Dr. Enggen, Wakil Sekretaris Muhardi, serta jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mempawah.

• Open Turnamen Menembak Perbakin Sekadau 2026 Perebutkan Hadiah Rp13,5 Juta

Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti melaksanakan penelitian bertajuk “Praktik Humanisme Religius dalam Komunitas Beragama di Kalimantan Barat: Memperkuat Toleransi, Etika, Kemanusiaan, dan Harmoni Sosial untuk Pembangunan Nasional”.

Penelitian tersebut bertujuan mengkaji berbagai praktik kehidupan beragama yang mampu menciptakan suasana harmonis, toleran, dan damai di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. 

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan sosial dan keagamaan yang mendukung pembangunan nasional.

Selain melakukan audiensi, tim peneliti juga menggelar wawancara mendalam dan diskusi bersama para pengurus FKUB Kabupaten Mempawah. 

Kaji Pendekatan Sosial Humaniora

Melalui pendekatan sosial humaniora, para peneliti menggali berbagai informasi mengenai pengalaman, strategi, serta peran FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

Kabupaten Mempawah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa wilayah ini dipilih sebagai lokasi penelitian.

Ketua FKUB Kabupaten Mempawah, H. Askandar, SH, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FKUB Mempawah sebagai mitra dalam pelaksanaan penelitian tersebut.

Menurutnya, kunjungan akademisi dari IAIN Pontianak dan STAKat Negeri Pontianak menjadi momentum yang baik untuk berbagi pengalaman terkait upaya menjaga toleransi, memperkuat komunikasi lintas agama, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga yang bergerak di bidang kerukunan umat beragama sangat penting dalam menghasilkan kajian ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

Dengan adanya penelitian tersebut, praktik-praktik baik yang selama ini dijalankan dapat terdokumentasi dan menjadi referensi bagi daerah lain.

• Wali Kota Pontianak Gratiskan Biaya Pengobatan 58 Korban Dugaan Keracunan Makanan

Askandar berharap hasil penelitian nantinya mampu menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, etika, kemanusiaan, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Lebih jauh, penelitian ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan harmonis. 

Selain menjadi kontribusi akademik, hasil kajian tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program yang mendukung pembangunan sosial dan nasional yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara akademisi, tokoh agama, dan lembaga kerukunan umat beragama, diharapkan semangat toleransi dan persatuan yang telah tumbuh di Kabupaten Mempawah dapat terus terjaga serta menjadi contoh positif bagi daerah lain di Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.