Bupati Karolin Soroti Pentingnya Pembinaan Atlet Asli Landak
Maudy Asri Gita Utami June 09, 2026 09:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak yang akan datang harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. 

Menurutnya, organisasi olahraga tidak bisa lagi menjalankan pola kerja seperti sebelumnya, melainkan harus mampu menetapkan prioritas yang tepat di tengah keterbatasan dan perubahan situasi yang terjadi saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Karolin saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) VI KONI Kabupaten Landak yang berlangsung di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Selasa 9 Juni 2026. 

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus KONI, serta perwakilan berbagai cabang olahraga di Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Karolin mengingatkan bahwa kondisi yang dihadapi bangsa saat ini tidak dapat dianggap sebagai situasi yang normal. 

Berbagai tantangan ekonomi, sosial, hingga global menuntut setiap organisasi, termasuk KONI, untuk bekerja lebih efektif dan mampu menentukan program-program yang benar-benar berdampak bagi kemajuan olahraga daerah.

• Kuliner Baru Pontianak, Legend Walet Sajikan Pastry dan Minuman Berbahan Walet

Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan olahraga perlu dilakukan agar penggunaan anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki potensi di bidang olahraga.

Karolin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Landak untuk lebih mengutamakan pembinaan atlet asli daerah dibanding mendatangkan atlet dari luar hanya demi mengejar prestasi dalam jangka pendek. 

Ia menilai keberhasilan olahraga daerah harus dibangun melalui proses pembinaan yang berkelanjutan dan melibatkan putra-putri terbaik Kabupaten Landak.

Ia menyampaikan bahwa pencapaian medali memang penting, namun prestasi tersebut akan memiliki nilai lebih apabila diraih oleh atlet hasil pembinaan daerah sendiri. 

Karena itu, pemerintah daerah mendorong seluruh cabang olahraga untuk fokus mencetak atlet lokal yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Karolin menekankan bahwa anggaran yang berasal dari pemerintah daerah harus digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Landak. 

Salah satu bentuk manfaat tersebut adalah melalui pembinaan atlet muda yang berkesinambungan sehingga mampu melahirkan generasi olahraga yang berkualitas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta setiap cabang olahraga lebih aktif melakukan pencarian bakat, pembinaan usia dini, serta pendampingan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, potensi atlet berprestasi dapat ditemukan di berbagai wilayah apabila dilakukan pembinaan yang serius dan terstruktur.

Selain itu, Karolin menilai program sekolah atlet dan konsep Sekolah Garuda dapat menjadi peluang strategis dalam menciptakan sistem pembinaan olahraga yang lebih baik. 

Melalui program tersebut, atlet muda berbakat dapat memperoleh pendidikan dan pelatihan yang memadai sehingga memiliki kesempatan berkembang hingga level tertinggi.

Sebagai contoh keberhasilan pembinaan jangka panjang, Karolin menyinggung prestasi atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. 

Menurutnya, capaian tersebut lahir dari proses pembinaan yang konsisten, profesional, dan memerlukan waktu yang tidak singkat.

Karolin juga mengingatkan bahwa membangun prestasi olahraga membutuhkan biaya besar, komitmen kuat, serta kesabaran dari seluruh pihak yang terlibat. 

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

• Profil Lengkap Kabupaten Melawi, Batas Wilayah Perekonomian hingga Sumber Daya Alam

Dalam kesempatan yang sama, Karolin turut menanggapi usulan sejumlah cabang olahraga yang merekomendasikan dirinya untuk memimpin KONI Kabupaten Landak. 

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dan berharap hubungan antara KONI dan Pemerintah Kabupaten Landak dapat semakin sinergis dalam mendukung pembinaan atlet daerah.

Menurutnya, koordinasi yang baik antara organisasi olahraga dan pemerintah akan mempermudah penyusunan program, pengalokasian anggaran, serta pelaksanaan pembinaan atlet secara lebih efektif dan efisien.

Menutup sambutannya, Karolin berharap Musorkab VI KONI Kabupaten Landak dapat menghasilkan keputusan terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi dunia olahraga di daerah. 

Ia menegaskan bahwa tujuan utama seluruh pihak adalah menciptakan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, hingga Indonesia di berbagai ajang olahraga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.