SURYA.CO.ID BONDOWOSO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Bondowoso sempat terhenti setelah puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menerima pencairan anggaran.
Kondisi ini membuat distribusi makanan bagi pelajar di beberapa wilayah untuk sementara waktu tidak berjalan.
Daftar SPPG yang tidak beroperasi pada Senin (8/6/2026) beredar luas di media sosial. Jumlahnya mencapai sekitar 23 SPPG yang mengalami kendala pencairan dana.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (9/6/2026), Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, membenarkan daftar tersebut merupakan SPPG yang mengalami hambatan administrasi pada hari sebelumnya.
Baca juga: MBG Sekolah di Jember Terhenti Sementara, Satgas Ungkap Penyebabnya
Meski demikian, kondisi itu mulai berangsur membaik. Mila menyebut sebagian besar dapur sudah menerima pencairan dana sehingga dapat kembali menjalankan operasionalnya.
"Laporan sementara sisa 6 SPPG belum cair," ujarnya.
Menurutnya, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pencairan dana terus berlangsung secara bertahap.
"Ini sementara ya mbk, bisa jadi hari ini cair lagi," terangnya.
Kendala pencairan anggaran tersebut turut dirasakan sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG. Salah satunya berada di Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan.
Selama ini, makanan bergizi bagi siswa di sekolah putranya didistribusikan oleh SPPG Wonosuko.
Sementara itu, pihak SPPG memastikan proses pencairan anggaran masih berjalan sehingga operasional dapur yang tersisa diharapkan dapat kembali normal dalam waktu dekat.