Kata Veda soal Belum Dapat Piala Warisan dari Moto3 Prancis, Podium Bonus setelah Melejit di Kondisi Sulit
Ardhianto Wahyu June 09, 2026 09:33 PM

HONDA TEAM ASIA
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, saat tampil pada balapan Moto3 Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, 10 Mei 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, ketiban durian runtuh setelah podium warisan dari Moto3 Prancis. Meski poin ekstra sudah muncul di klasemen, tidak demikian halnya dengan piala yang menjadi simbolnya.

Veda Ega Pratama telah mengoleksi satu piala dari musim debutnya di Grand Prix.

Piala pertama itu didapatkan The Rocket Boy setelah finis ketiga pada GP Brasil yang notabene balapan keduanya di Moto3.

Sementara soal hasil finis tiga besar, Veda mendapatkan satu lagi karena hukuman diskualifikasi bagi Adrian Fernandez (Leopard Racing).

Hasil balapan Fernandez dari enam seri pertama dianulir setelah segel dari dua paket mesin yang dipakainya ditemukan rusak dalam pemeriksaan oleh Honda.

Podium warisan didapatkan Veda dari balapan GP Prancis di mana dia finis keempat dan Fernandez jadi runner-upnya.

Posisi keempat sudah impresif bagi rookie asal Gunungkidul itu.

Pasalnya, dia mencapainya dengan bangkit dari urutan ke-14 karena insiden pada awal balapan. Balapannya pun lebih sulit karena lintasan yang basah.

Veda pun ditanya apakah dia sudah menerima piala tak terduga itu dalam wawancara dengan BolaSport.com dan media lainnya di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

"Pialanya harusnya dari Matteo Bertelle (pembalap yang finis ke-3, red) yang ngasih, tapi belum dikasih. Gak tahu ya," ucap Veda sambil nyengir.

Menyerahkan piala atau medali kepada lawan karena disanksi bukan sesuatu yang asing, apalagi di kelas MotoGP yang mengenal penalti karena pelanggaran tekanan ban.

Bedanya, dari pihak Leopard Racing masih ada upaya untuk membatalkan hukuman yang sangat memberatkan pembalap andalannya itu.

Walau bandingnya ditolak Steward FIM, Leopard punya kesempatan untuk memperjuangkan nasib mereka ke International Court of Appeal (Pengadilan Banding Internasional).

Veda sendiri tidak muluk-muluk dengan targetnya pada musim yang sewajarnya menjadi masa pembelajaran bagi dia.

"Balapan berikutnya kan masih banyak, pasti saya akan melakukan yang terbaik," ucap Veda soal harapan untuk balapan ke depannya.

"Menurut saya, sekarang belajar aja sih untuk bisa konsisten di depan dan mungkin podium itu bonus," imbuh putra mantan pembalap nasional, Sudarmono.

Veda telah konsisten bersaing di depan dalam musim pertamanya di Moto3.

Baru pada seri kedelapan GP Hungaria kemarin dia menghilang dari 10 besar dan itupun karena penalti lap panjang yang diterimanya.

"Semua sirkuit pasti sulit karena pasti ada tantangannya sendiri."

"Kalau sirkuit di Hungaria itu salah satu yang tersulit karena memang grip-nya gak terlalu bagus dan cuacanya cukup panas. Jadi agak tricky sirkuitnya," ucapnya lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.