Pernah Dibayar Rp1.000, Rudy Dermawan Konsisten Buka Les Bahasa Jepang dengan Biaya Seikhlasnya
Joseph Wesly June 09, 2026 09:43 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Kisah inspiratif datang dari seorang pria yang merupakan warga Perumnas III Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rudy Dermawan (65).

Meski kondisi keluarga memerlukan uang untuk kebutuhan hidup, ia tetap menanamkan prinsip membuka les bahasa Jepang dengan sistem pembayaran seikhlasnya.

Prinsip itu juga ditegakan meski di tengah saat ini telah menjamur beragam lembaga kursus bahasa asing dengan biaya yang dinilainya tidak murah.

"Saya tidak mempermasalahkan nominal yang diberikan para muridnya, sebab sejak awal saya memang membuka kelas bahasa Jepang bukan semata mencari keuntungan," kata Rudy saat ditemui TribunBekasi.com, Selasa (9/6/2026).

Sistem Pembelajaran Daring Sejak 2020

Rudy sudah menjalankan kerja mulia itu dengan sistem daring itu sudah sejak tahun 2020.

Tidak ada tarif khusus yang dipatok Rudy kepada para muridnya.

Berapa pun uang yang diberikan para murid, ia kerap menerimanya dengan lapang dada.

Baca juga: Sosok Rudy Dermawan, Warga Bekasi yang Buka Les Bahasa Jepang dengan Biaya Seikhlasnya

Jumlah nominal uang yang diterimanya pun bervariasi, namun untuk yang terendah itu Rp 1.000 dari satu murid.

Niat Beramal dan Membantu Sesama

Terkait nominal uang terendah yang diterima, ia menegaskan kembali kalau aktivitasnya berfokus menjadi bagian dari niat untuk beramal sekaligus membantu masyarakat yang ingin belajar bahasa Jepang.

"Ada juga yang paling tinggi pernah kasih Rp 1,5 juta. Ya saya terima saja, mau dikasih berapa karena kan seikhlasnya," jelasnya.

Jumlah Murid Beragam Profesi

Rudy mencatat, mayoritas peserta lesnya berasal dari kalangan pelajar SMA dan SMK atau usia 17 hingga 18 tahun.

Namun tidak sedikit pula peserta dari kalangan pekerja profesional.

Pekerja profesional itu diantaranya karyawan, dokter, insinyur hingga sarjana bahasa Jepang.

"Kira-kira saat ini murid saya yang aktif ada 100 sekian, yang baru daftar ada 100 juga. Lebih kurang ada 200 murid dan saya mengajar seorang diri secara online," ujarnya.

Jadwal Mengajar Sehari-hari

Setiap hari, Rudy menghabiskan waktunya di depan layar komputer untuk mengajar dari pagi hingga malam.

Secara spesifik, waktu mengajarnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar 20.30 WIB dengan jeda istirahat pada waktu-waktu tertentu, terutama saat salat.

"Mulai dari jam 08.00 pagi sampai 09.20, lalu istirahat. Nanti jam 10.00 ada lagi. Siang jam 13.00 sampai jam 16.00. Malam jam 19.00, terakhir jam 20.30. Istirahatnya pas jam salat saja," paparnya.

Latar Belakang Mantan PNS

Perlu diketahui, di balik dedikasinya mengajar ratusan murid, rupanya terselip kisah perjuangan hidup yang tidak mudah.

Rudy merupakan mantan guru bahasa Jepang berstatus PNS yang pernah mengajar di SMA Negeri 81 Jakarta.

Ia mulai menjadi PNS sejak tahun 1990 dan memasuki masa pensiun pada 2021.

Masa Sulit Menjelang Pensiun

Namun sebelum resmi menerima hak pensiunnya, Rudy sempat mengalami masa sulit lantaran Surat Keputusan (SK) pensiunnya belum terbit selama beberapa bulan.

Akibatnya, ia tidak menerima gaji dan harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Awal Mula Kelas Bahasa Jepang

Selanjutnya, kelas yang awalnya dibuka untuk menambah pemasukan itu lambat laun justru berkembang menjadi wadah belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal bahasa dan budaya Jepang.

"Waktu itu setelah tiga bulan SK belum keluar juga dan saya tidak menerima gaji. Akhirnya saya inisiatif biar punya uang, saya buka les ini dan saya tawarkan lewat Facebook," ucapnya.

Semangat di Masa Pensiun

Rudy menuturkan, kegiatan mengajar tersebut juga menjadi cara baginya mengisi masa pensiun secara produktif.

Meski kini telah berusia 65 tahun, semangatnya mengajar belum surut.

Dukungan dari istri dan anak semata wayangnya menjadi penyemangat terbesar.

"Jepang itu negara maju. Kalau belajar Jepang bukan cuma bahasanya, tapi juga gaya hidupnya. Hidup saya itu sudah dengan bahasa Jepang," pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.