Dolar Naik, Ekspor Sawit Bengkulu Ikut Terdongkrak? Ini Penjelasan PTP Bengkulu
Rita Lismini June 09, 2026 09:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Saat ini dolar Amerika Serikat menguat atas rupiah, untuk 1 dolar Amerika Serikat diangka Rp18.002.

Terkait hal itu apakah berdampak pada perputaran ekonomi di Bengkulu, terutama pada ekspor minyak kelapa sawit atau CPO?

Untuk diketahui, Bengkulu memiliki banyak perusahan kelapa sawit serta perkebunan kelapa sawit, perihal minyak kelapa sawit ini dijual ke luar Bengkulu.

Perusahaan sawit menggunakan jasa bongkar muat untuk mengirimkan hasil dari kelapa sawit melalui PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Bengkulu.

Dari pihak PTP mencatat perkembangan positif, terutama sejak mengoperasikan layanan drop tank sekitar satu bulan terakhir.

Hal itu diungkapkan Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, saat mengecek layanan drop tank di Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Choiron mengatakan selama masa awal operasional, fasilitas tersebut telah melayani dua kegiatan pemuatan kapal curah cair.

"Kami sudah melayani dua kapal. Pertama Kapal Sikrut dengan muatan PFAD dan yang kedua Kapal Bangunrejo dengan muatan olein," kata Choiron saat ditanya wartawan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Choirul, dari pemeriksaan yang dilakukan saat truk pengangkut minyak goreng dengan menggunakan drop tank diperkirakan akan semakin meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pengiriman kargo curah cair melalui Pelabuhan Bengkulu.

"Kemungkinan ke depan akan lebih banyak lagi kargo yang kami tangani menggunakan drop tank. Potensi peningkatannya bisa mencapai sekitar 30 persen," paparnya.

Saat ini PTP Nonpetikemas Bengkulu memiliki dua unit drop tank yang digunakan secara khusus untuk jenis muatan berbeda.

"Satu drop tank kami khususkan untuk olein, sedangkan satu lagi untuk stearin dan PFAD. Fasilitas ini tidak bisa digunakan secara bergantian untuk berbagai produk karena setiap tangki harus dikhususkan untuk satu jenis muatan," jelasnya.

Choiron menerangkan, keunggulan utama layanan drop tank terletak pada kecepatan proses pemuatan dibandingkan metode konvensional yang menggunakan pompa alkohol.

"Metode lama memiliki kapasitas sekitar 40 ton per jam, sedangkan drop tank bisa mencapai 86 ton per jam atau lebih dari dua kali lipat," katanya.

Peningkatan layanan tersebut turut didukung pertumbuhan arus kargo di Pelabuhan Bengkulu. Hingga Mei 2026, total kargo yang ditangani mencapai 212 ribu ton.

"Pada periode yang sama tahun lalu sekitar 109 ribu ton. Jadi ada peningkatan hampir 200 persen," ungkap Choiron.

Saat ditanya wartwan, apakah peningkatan arus kargo terutama pada curah cair (CPO, red), disebabkan dengan menguatnya dolar terhadap rupiah?

Choiron menjawab, pertumbuhan ini dipengaruhi kehadiran layanan drop tank, tetapi juga meningkatnya aktivitas kargo yang melalui pelabuhan.

"Salah satunya memang karena layanan ini, tetapi sebagian besar juga karena adanya peningkatan volume kargo di pelabuhan," lanjut Choiron.

Dengan optimalisasi layanan drop tank, PTP Nonpetikemas Bengkulu menargetkan peningkatan arus distribusi kargo hingga 30 persen.

"Jika sebelumnya total kargo sekitar 400 ribu ton per tahun, kami berharap bisa meningkat menjadi sekitar 600 ribu ton per tahun," katanya.

Choiron menjelaskan mekanisme kerja drop tank dimulai dari truk pengangkut yang menurunkan muatan ke dalam tangki penampungan. Selanjutnya, muatan dipompa menggunakan pompa submersible menuju kapal.

"Dari truk, muatan diturunkan ke drop tank terlebih dahulu, kemudian dipompa menggunakan pompa submersible dengan kapasitas sekitar 180 ton per jam langsung ke kapal," jelasnya.

Dengan sistem tersebut, waktu pemuatan kapal dapat dipangkas secara signifikan.

"Dalam satu siklus pemuatan kapal, kami hanya membutuhkan sekitar tiga hari. Sebelumnya dengan metode lama bisa mencapai lima hingga enam hari," ujarnya.

Menurut Choiron, respons pelaku usaha terhadap layanan baru tersebut cukup positif. Mayoritas perusahaan yang bergerak di sektor curah cair menunjukkan minat untuk memanfaatkan fasilitas drop tank.

"Saat ini baru satu perusahaan yang bekerja sama secara aktif dengan kami. Namun ke depan kami akan memperluas kerja sama dengan seluruh perusahaan atau shipper curah cair yang beroperasi di Bengkulu," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.