Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh menjajaki kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee untuk mengembangkan program budidaya perikanan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Penjajakan kerja sama ini dibahas dalam kunjungan Kepala Rutan Banda Aceh, Hari Kurniawan, ke BPBAP Ujung Batee pada Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penyusunan program pembinaan kemandirian yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi warga binaan.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pelatihan budidaya ikan, pendampingan teknis, transfer pengetahuan teknologi perikanan, hingga pengembangan sarana budidaya di lingkungan Rutan Banda Aceh.
Hari Kurniawan menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan sebagai program pembinaan kemandirian.
Menurutnya, keterampilan budidaya perikanan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi bekal usaha setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
“Budidaya perikanan merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bener Meriah Terima Bantuan 4.800 Benih Ikan untuk Pemulihan Budidaya Perikanan Pascabencana
Ia menegaskan bahwa program pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga harus membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan berkelanjutan.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Hari juga berharap hasil koordinasi dengan BPBAP Ujung Batee dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja sama yang konkret, seperti pelatihan, pendampingan, dan budidaya berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Rutan Banda Aceh berharap dapat menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan, sekaligus mendukung keberhasilan reintegrasi sosial setelah bebas nanti.