Usai Cathlyn Yvaine Terima Tak Lolos Paskibraka Nasional, Kini Siapkan Seleksi Kuliah ke Luar Negeri
Musahadah June 09, 2026 10:05 PM

 

SURYA.CO.ID - Ingat Cathlyn Yvaeni Lesmana, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang menjadi sorotan luas karena gagal dalam seleksi tingkat nasional. 

Sempat diduga adanya kejanggalan di balik gagalnya Cathlyn hingga menjadi polemik luas di media sosial. 

Bahkan DPRD Sulsel sampai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) melibatkan banyak pihak mulai dari unsur Kesbangpol Sulsel, panitia seleksi, DPPI, peserta seleksi, pendamping peserta, hingga pihak sekolah. 

Namun, polemik ini akhirnya reda setelah Cathlyn menerima putusan tidak lolos dan membantah adanya sentimen etnis di balik polemik itu. 

Meski akhirnya polemik reda, Cathlyn ternyata mendapat berkah dari polemik itu. 

Baca juga: Akhirnya Pihak Cathlyn Yvaine Terima Tak Lolos Paskibraka Nasional, Klarifikasi Isu Liar Soal Etnis

Hal ini setelah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) memberikan beasiswa pendidikan ke luar negeri untuk Cathlyn. 

Bahkan tak hanya Cathlyn, Meivylicha Putri Aurelia Kamal, temannya sesama anggota Paskibraka dari Makassar, juga akan mendapatkan beasiswa itu. 

Meski demikian, beasiswa tersebut tidak diberikan secara otomatis.

Keduanya tetap harus mengikuti proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum dapat memperoleh bantuan pendidikan tersebut.

Penyerahan beasiswa dilakukan di Makassar Golden Hotel, Kota Makassar, Sabtu (6/6/2026).

Cathlyn mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepadanya. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk mengejar cita-citanya.

"Saya akan terus belajar agar tidak mengecewakan orang-orang yang telah mendukung saya dari awal hingga di titik ini," ungkap dia, dikutip dari Tribun Timur, Selasa (9/6/2026).

Saat ini, Cathlyn mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari bahasa Mandarin dan berbagai materi akademik lainnya.

"Rencananya saya belajar bahasa Mandarin dan mempersiapkan pelajaran lainnya," ujarnya.

Pilih Universitas Terbaik di China 

BANTAH - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin (kanan) membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan. 
BANTAH - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin (kanan) membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan.  (kolase Tribun Timur/instagram)

Cathlyn menargetkan dapat melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik di China.

"Pilihannya antara Universitas Tsinghua dan Universitas Peking. Awalnya saya ingin mengambil kedokteran, tetapi ke depan masih bisa berubah," kata Cathlyn.

Hal senada disampaikan Meivylicha Putri Aurelia Kamal. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan di China dan membidik kampus yang sama.

"Saya sangat berterima kasih karena telah diperhatikan oleh Perhimpunan INTI dan Gema INTI. Saya sangat mengapresiasi bantuan yang mereka berikan," katanya.

Meskipun telah memiliki target kampus, Meivylicha mengaku belum menentukan program studi yang akan dipilih saat kuliah nanti.

Biaya Kuliah dan Hidup Ditanggung

Ketua INTI Sulawesi Selatan, Albertus Yap, mengatakan pemberian beasiswa berangkat dari kepedulian terhadap kedua pelajar yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

"Kami melihat mereka bibit-bibit unggul sehingga kami berpikir memberikan penghiburan sekaligus dorongan semangat kepada mereka," ujarnya.

Menurut Albertus, beasiswa yang disiapkan INTI mencakup biaya pendidikan hingga biaya hidup selama masa studi.

"Beasiswa ini akan menanggung biaya kuliah dan living cost. Yang mereka siapkan hanya biaya transportasi," ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pengurus INTI.

Meski mendapat dukungan beasiswa, Albertus menegaskan bahwa Cathlyn dan Meivylicha tetap harus mengikuti seluruh tahapan seleksi yang berlaku.

"Namun tetap harus melalui seleksi dan memenuhi syarat yang berlaku, jadi tidak diberikan begitu saja," katanya.

Menurut dia, mekanisme tersebut diterapkan kepada seluruh calon penerima beasiswa sehingga tidak ada perlakuan khusus.

Albertus optimistis kedua pelajar tersebut memiliki peluang besar untuk lolos karena dinilai memiliki kualitas akademik yang baik dan potensi yang menjanjikan.

"Selama ini banyak peserta yang harus berjuang meningkatkan kemampuan untuk mendapatkan beasiswa seperti ini, dan mereka mampu menunjukkan kualitas yang baik," ujarnya.

Sebelumnya, nama Cathlyn Yvaine Lesmana menjadi sorotan setelah dicoret dari daftar calon perwakilan nasional Paskibraka 2026 meski sempat berada di posisi tiga besar peringkat teratas dalam proses seleksi.

Posisinya kemudian digantikan peserta lain, termasuk Meivylicha Putri Aurelia Kamal asal Kabupaten Jeneponto. Kini, keduanya mendapat peluang baru untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa yang disiapkan INTI dengan target melanjutkan studi di kampus-kampus bergengsi di China. (tribun timur)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.