SURYA.CO.ID SURABAYA - Sebuah mobil Daihatsu Xenia terguling ke dalam parit sedalam tiga meter di Jalan Raya Menur, Surabaya, Selasa (9/6/2026). Insiden yang mengundang perhatian warga itu menyebabkan kemacetan panjang dan proses evakuasi berlangsung dramatis selama beberapa jam.
Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Jalan Raya Menur, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
Mobil Daihatsu Xenia bernopol L-1697-AEX yang dikemudikan AY (50), warga Mojo, Gubeng, Surabaya, terjun ke dalam parit berlumpur setelah diduga kehilangan kendali saat keluar dari area parkir umum berbayar.
Saat kejadian, AY tidak sendirian. Ia bersama putrinya yang berusia 25 tahun berada di dalam kendaraan ketika mobil terguling dan masuk ke parit sedalam sekitar tiga meter.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Karanggeneng Lamongan, Toyota Avanza Masuk Sungai Saat Melintas Dini Hari
Meski kondisi mobil terbalik di dalam genangan air berlumpur, keduanya berhasil menyelamatkan diri. Namun mereka sempat mengalami kesulitan keluar karena pintu mobil terkunci otomatis.
"(Saat tercebur) Saya keluar sendiri pintu sempat nge-lock. Cuma syok aja, enggak luka. Saya dan anak saya keluar dari satu pintu saya. Saya keluar sendiri tadi," ujar AY di lokasi kejadian.
AY menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi dirinya hendak keluar dari area parkir yang biasa digunakan untuk menyimpan mobil setiap hari. Saat itu, kondisi gerbang parkir hanya terbuka pada satu sisi sehingga ia mencoba memanfaatkan celah yang tersedia untuk melintas.
"Ya tadi saya mau keluar. Pintunya (garasi) buka separuh, saya mau keluar, lah kok iya bingung akhir nyemplung," pungkasnya.
Saksi mata sekaligus pedagang pangsit di sekitar lokasi, Bryan, mengaku melihat langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Menurutnya, mobil sempat menabrak bagian gerbang yang masih tertutup sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Baca juga: Sopir Ngantuk Bus Seruduk Truk Lalu Masuk Parit di Tol Ngawi, Puluhan Luka Luka
"Dia habis dari dalam. Nah gerbangnya itu tutup satu. Sisi kiri buka, sisi kanan tutupan. Dia nabrak sebelah kanan dulu. Aku kira, mobil direm sama dia, aku mau nolongin enggak sempat tho, digas lagi nabrak jembatan, banting setir kanan itu. Rodanya sempat masuk satu (ke selokan)," ujarnya.
Proses evakuasi kendaraan dilakukan oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menggunakan truk crane. Untuk memperlancar proses pengangkatan kendaraan, petugas terpaksa menutup sementara arus lalu lintas di Jalan Raya Menur.
Penutupan tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga kawasan simpang empat Jalan Kertajaya, Jalan Menur Kertoarjo, dan Jalan Raya Menur. Sejumlah pengendara bahkan terlihat meminta petugas mempercepat penguraian kemacetan.
Kepala Pos PMK Menur, Gonggo Kriswantoro, memastikan kedua korban hanya mengalami syok dan luka lecet ringan.
"Korban mengalami syok, luka sedikit lecet," ujarnya.
Menurut Gonggo, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena ruang gerak kendaraan crane terbatas akibat kondisi jalan yang sempit dan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
"Kesulitan kami tadi, mungkin karena jalan sempit, arus macet, walau kita makai crane, kami tidak leluasa dalam pekerjaan. Harusnya beberapa saat evakuasi berjalan baik, sekali kerja, mungkin kita jadi dua kali kerja. Setelah kami angkat mobilnya, lalu kami pinggirkan kembali," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, pengemudi diduga panik setelah mobil menabrak gerbang parkir sehingga kehilangan kendali dan akhirnya terjun ke dalam parit.
"Pengemudi keluar dari parkiran umum, sebelum keluar dia sempat menabrak pintu gerbang, lalu berbelok sebelah kanan, terguling, masuk sungai," tambahnya.
"Kalau keterangan ibu tadi, karena alasan menabrak pagar dulu, mungkin panik. Keterangan kami dapat, begitu nabrak, tidak sempat banting setir," pungkasnya.