SPPG di Sumba Timur Terus Beroperasi Usai Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Atas Dugaan Korupsi
Adiana Ahmad June 09, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kepala Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) di Sumba Timur, Victhorius Malo mengatakan, pihaknya akan terus menjalankan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis ( MBG ) meski tiga pimpinan Badan Gizi Nasional ( BGN ) ditangkap atas dugaan korupsi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menahan dan menetapkan Tiga Pimpinan BGN itu sebagai tersangka.

Ketiganya yakni Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (3/6/2026) terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan dana operasional program MBG.

Baca juga: Korwil SPPG TTU Belum Terima Arahan Soal Penghentian Sementara Pembangunan Dapur SPPG Baru 

“Pada prinsipnya, kejadian tersebut tidak menjadi satu situasi yang membuat kita hilang semangat. Bagi kami, program ini harus jalan, harus terealisasi dan diterima oleh semua kalangan masyarakat. Ini tidak menyurutkan semangat kami,” ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM.

Viktor, sapaannya, mengatakan, SPPG Sumba Timur masih tetap bekerja dengan standar operasional yang ada dan sesuai kewenangan serta tanggung jawab masing-masing di lapangan.

“Kami yang di lapangan tetap bekerja dengan baik. Kerja sesuai SOP dan sesuai tanggung jawab kami masing-masing,” katanya.

Viktor menyebutkan, di Sumba Timur saat ini terdapat empat dapur SPPG yang beroperasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.000 penerima manfaat dan program ini telah mempekerjakan sekitar 200 orang. Di antaranya sebagai kepala dapur, ahli gizi, akuntan dan relawan.

Baca juga: LIPSUS: BGN Tidak Buka SPPG Baru, Refocusing Penerima Manfaat MBG, Fokus Bangun di Daerah 3 T

“Sekarang ada 11.000 penerima manfaat dengan 200 pekerja,” sebutnya.

Keempat satuan pelayanan tersebut adalah SPPG Hambala, SPPG Kamalaputi, SPPG Matawai dan SPPG Umalulu Lumbukore. 

Namun saat ini, kata dia, SPPG Kamalaputi tidak beroperasi karena adanya pergantian yayasan.

Viktor melanjutkan, pembangunan SPPG juga masih terus dilakukan. Di Lewa, misalnya, satu unit SPPG sudah siap beroperasi.

“Satu SPPG di Lewa sudah selesai dan sudah ada penentuan kepala SPPG-nya. Tinggal menunggu dana cair dan bisa operasional,” ujarnya.

Baca juga: Korwil SPPG Malaka Pastikan Penyaluran MBG di Rainawe Kobalima Kembali Berjalan Normal

Pembangunan juga sedang berlangsung di beberapa wilayah, di antaranya di Kecamatan Kambera, Kecamatan Pandawai dan Kecamatan Umalulu. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.