Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Rumah di dekat lokasi penemuan mayat anak perempuan yang diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, ikut dicek polisi, Selasa (9/6/2026).
Pemilik rumah yang berasal dari Jawa Timur datang ke lokasi kejadian untuk membuka kunci rumah yang terletak di dekat lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, anak dari pemilik rumah membuka pintu kecil rumah itu pukul 11.50 WIB.
Pembukaan kunci rumah itu disaksikan Kapolsek Jenar AKP Widarto serta anggota penyidik Reskrim.
Mereka masuk dengan didampingi pemilik rumah.
Proses pemeriksaan dilakukan secara tertutup.
Pukul 12.00 WIB pemeriksaan rumah itu selesai.
Para penyidik Reskrim keluar dari rumah tersebut bersama pemilik rumah.
Diketahui yang membuka pintu adalah Purwanto (39), warga Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi.
Sedangkan rumah itu merupakan milik mertuanya yang kini kosong.
Saat ditemui, Purwanto mengaku mendapatkan permintaan dari kepolisian untuk membuka rumah guna keperluan penyelidikan.
“Di dalam rumah diperiksa semuanya, semuanya aman. Enggak ada yang mencurigakan,” kata Purwanto, Selasa (9/6/2026).
Purwanto mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut dari media sosial.
Ia mengatakan mendapatkan permintaan untuk membuka kunci rumah itu dari polisi pada pagi hari.
“Tadi pagi saya dapat telepon dari pihak kepolisian untuk membuka kunci rumah untuk pemeriksaan,” kata dia.
Setelah mendapatkan permintaan itu, ia berangkat dari rumahnya di Ngawi, Jawa Timur, sekitar pukul 09.00 WIB.
Ia melakukan perjalanan untuk membuka pintu rumah milik mertuanya yang berada dekat dengan lokasi kejadian.
Baca juga: Pasangan Lansia Sragen Penemu Dompet yang Minta Tebusan Rp1 Juta Disebut Orang Tidak Normal
“Saya dari Ngawi ke sini dengan mobil, berangkat pukul 09.00 WIB,” kata dia.
Ia mengatakan rumah itu sudah kosong selama 5 bulan.
Rumah tersebut sebelumnya ditempati saudara iparnya yang kini merantau dan bekerja di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
“Dulu yang tinggal sini anak mertua saya, kemudian dia buka usaha di Kuningan Jabar dan rumah itu kosong,” kata dia. (*)