Juara setelah Direndah-rendahkan, Sukses Arsenal Jadi Inspirasi Mario Aji di Tengah Seribu Badai
Ardhianto Wahyu June 09, 2026 10:33 PM

HONDA TEAM ASIA
Pembalap Honda Team Asia, Mario Suryo Aji, bersiap saat tampil dalam sesi latihan bebas Moto2 Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, 8 Mei 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Honda Team Asia, Mario Suryo Aji, kembali menghadapi kesulitan di tengah upayanya untuk meraih prestasi di Moto2. Keberhasilan klub favorit dijadikan inspirasi untuk tetap berjuang.

"HATED BY MANY, DEFEATED BY NONE, 22 YEARS LATER, CHAMPIONS OF ENGLAND," begitulah Mario Aji merayakan keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris 2025-2026 pada 19 Mei lalu.

"Saya keluar dari ruang operasi di hari yang sama saat Arsenal keluar sebagai juara. Hingga akhir hayat. #COYG #TheGunners." 

Mario Aji diliputi euforia walau dia sedang berada di rumah sakit di Barcelona, Spanyol, karena operasi retak tulang servikal di pangkal lehernya.

Saat Mario merayakan, penggemar mendoakan. Pasalnya, unggahan Mario bak seperti menjawab alasan kenapa performanya menurun setelah awal musim yang menjanjikan.

Rider berusia 22 tahun itu sering masuk ke jajaran 10 besar hingga seri keempat GP Spanyol walau kecepatannya ketika latihan bebas tak kunjung tersalurkan ke balapan.

Kemudian mengeluhkan masalah pada tangan setelah balapan berikutnya di Prancis, dia rupanya menghadapi masalah yang lebih pelik.

"Cederanya retak servikal di tulang C7. Gejalanya kelelahan sampai ke tangan. Mati rasa," ucap Mario kepada BolaSport.com dan awak media lainnya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

"Penyebabnya karena jatuh di Jerez (GP Spanyol), dari situ. Seminggu setelah Jerez gak ada pemeriksaan lebih lanjut."

"Selama balapan di Le Mans (Prancis), Mario tidak bisa mengontrol motor dengan baik. Jadi kami memutuskan untuk ricek lagi dan baru ada tindakan."

Bagi Mario, masalah ini memunculkan lagi tantangan ekstra dalam kariernya. Maklum, bukan kali ini saja dia berkutat dengan cedera.

Tahun lalu pembalap asal Magetan itu harus absen dalam 10 balapan karena operasi pada bahu yang berulang kali mengalami dislokasi.

Masalah bahu itu bahkan terjadi ketika Mario membuat gebrakan dengan finis ke-9 pada GP Americas, hasil 10 besar pertama dari pembalap Indonesia di Grand Prix.

Mario memang sempat membawa harapan bagi dunia balap motor Indonesia dengan performa kompetitif yang ditunjukkan di ajang-ajang Road to MotoGP.

Kemenangan di Asia Talent Cup, podium di Red Bull Rookies Cup, pole position dan nyaris menang di Moto3 Junior membuat dia dipercaya tampil di Grand Prix sejak masih 17 tahun. 

Indonesia bersorak ketika dia meraih posisi ketiga dalam kualifikasi Moto3 Indonesia pada 2022, saat musim debutnya, dan GP pertama di Tanah Air setelah 25 tahun. 

Namun, karier Mario tak semulus yang dibayangkan. Bahkan saat dinaikkan ke Moto2 yang dinilai lebih mendukung postur tubuhnya, Mario mundur di tengah tes pramusim karena sakit.

Mario tidak hanya menghadapi dirinya saja, tetapi juga tekanan dari luar.

Performa cemerlang Veda Ega Pratama sejak balapan pertamanya di Moto3 tak ayal membuat Mario sering dibanding-bandingkan dengan rekan senegaranya itu.

Mario melihat ke klub favoritnya, Arsenal.

Setelah dicibir dan termasuk karena tiga musim beruntun jadi pecundang pertama alias runner-up di Liga Inggris, The Gunners mengakhiri penantian panjang. 

"Tetap percaya aja karena ini fase yang sulit buat Mario. Karena hampir 5-6 tahun berturut-turut Mario selalu ada di ruang operasi saat musim berjalan," ucap Mario.

"Jadi yang bisa Mario lakukan adalah terus latihan dan hasil akan mengikuti."

"Jadi moral story-nya seperti Arsenal. Setelah kedua terus, di-underestimate dan segala macem, mereka masih bangkit," imbuhnya.

Mario Aji melanjutkan pemulihannya. Dia berharap bisa kembali balapan sebelum paruh musim pertama berakhir dengan seri ke-11 GP Jerman pada 12 Juli mendatang.

Membawa hasil nyata menjadi misinya. Menjalani musim kelima di Grand Prix, tidak banyak lagi kesempatan untuk membuktikan diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.