Komdigi Hadirkan Garuda Spark di Banda Aceh, Ini Tujuannya
Faisal Zamzami June 09, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSH) pada semester kedua 2026.

Program ini dirancang untuk mempertemukan talenta digital, startup, komunitas teknologi, investor, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaboratif.

Perwakilan Komdigi yang mengampu program Garuda Spark Innovation Hub, Farhan, mengatakan Banda Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital.

Menurutnya, berbagai komunitas, startup, dan perguruan tinggi telah aktif melahirkan inovasi, namun masih membutuhkan ruang kolaborasi yang mampu menghubungkan seluruh elemen ekosistem.

"Kami melihat peluangnya besar. Aktivitas yang dijalankan komunitas, startup, dan kampus sebenarnya sudah cukup masif. Karena itu, Garuda Spark Innovation Hub hadir sebagai platform bersama untuk mengembangkan ekosistem startup, talenta digital, dan inovasi di Banda Aceh," ucap Farhan saat temu ramah dengan komunitas digital di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: FOPI Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026 di CFD, Menteri Komdigi Hadir Langsung

Ia menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum terhubungnya berbagai pihak yang sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja sama.

Melalui Garuda Spark, komunitas, startup, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan dapat berbagi peluang serta mengembangkan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital daerah.

Sementara Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai kualitas sumber daya manusia digital di Aceh tidak kalah dibandingkan daerah lain.

Menurutnya, banyak anak muda Aceh memiliki kemampuan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan, namun belum terserap secara maksimal oleh industri sehingga sebagian memilih bekerja secara freelance atau mencari peluang di luar daerah.

"Anak-anak muda Aceh sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat baik. Banyak yang memiliki skill digital, tetapi belum terserap secara maksimal oleh industri. Akibatnya, mereka mencari peluang sendiri melalui pekerjaan freelance atau harus keluar daerah untuk mengembangkan kariernya," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan Garuda Spark Innovation Hub akan difasilitasi di Gedung BAA kawasan Blang Padang sebagai pusat aktivitas komunitas digital, startup, dan talenta teknologi.

"Kehadiran program ini diharapkan mempercepat lahirnya kolaborasi baru, membuka peluang usaha, serta membantu talenta digital Aceh terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar yang lebih luas," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.