BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Uang layak edar sebanyak Rp 15 miliar dibawa menuju lima pulau di Kalimantan Selatan melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang dilepas dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).
Pelepasan ekspedisi dilakukan menggunakan KRI Hiu-634 milik TNI Angkatan Laut yang akan mengunjungi Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, dan Pulau Laut Timur selama tujuh hari hingga 15 Juni 2026.
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, mengatakan program tersebut merupakan upaya Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama menyaksikan pelepasan KRI Hiu untuk mengantarkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Ada lima pulau yang didatangi, kita doakan bersama-sama mudah-mudahan TNI AL dan Bank Indonesia sampai ke tujuan dengan selamat,” ujarnya.
Menurut Muhidin, uang yang dibawa dalam ekspedisi tersebut akan digunakan untuk mengganti uang lusuh yang masih banyak beredar di wilayah kepulauan.
Baca juga: Polres Batola Ringkus Pemasok Sabu Asal Banjarmasin, Barbuk Disembunyikan di Lipatan Kasur
Baca juga: Tewaskan Seteru Saat Tawuran Antar Geng di Pekapuran Laut, Mat Dong Dituntut 14 Tahun Penjara
“Tadi kita dengar dari BI, nilai uang yang dibawa sekitar Rp 15 miliar untuk diedarkan di lima pulau. Jadi ekspedisi ini mengganti uang rupiah yang lusuh menjadi yang baru karena kabarnya di sana uangnya sudah banyak yang lusuh,” katanya.
Selain layanan penukaran uang, masyarakat di pulau-pulau yang disinggahi juga akan mendapatkan edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran digital QRIS.
Muhidin menilai penguatan jaringan internet menjadi salah satu faktor penting agar penggunaan QRIS dapat berjalan optimal di wilayah kepulauan.
“Kalau menggunakan QRIS berarti harus diperkuat internetnya. Itu sudah kami bahas, dan menurut BI sudah dilakukan penguatan jaringan di titik-titik yang dianggap ideal,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program sinergi yang telah lama dijalankan antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia.
Dalam pelaksanaan tahun ini, TNI AL mengerahkan KRI Hiu-634 beserta 60 personel TNI AL dan 18 personel Bank Indonesia yang tergabung dalam satuan tugas ekspedisi.
“Kalau TNI AL menjaga kedaulatan Indonesia, maka Bank Indonesia menjaga kedaulatan rupiah. Sinergi ini berjalan bersama dalam rangka memperkuat persatuan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, selain membawa uang layak edar, tim ekspedisi juga akan melaksanakan berbagai kegiatan di wilayah tujuan, seperti edukasi cinta rupiah, sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, program BI Mengajar, penyuluhan, hingga pelayanan kesehatan.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kalimantan 2026 menempuh rute Banjarmasin-Pulau Matasiri-Pulau Marabatuan-Pulau Kerayaan-Pulau Kerasian-Pulau Laut Timur sebelum kembali ke Banjarmasin dengan total jarak pelayaran sekitar 503 mil laut. (Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)