Waspada ISPA pada Anak, Kasus Balita di Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 51.300
Abdul Rosid June 09, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Orang tua di Kabupaten Tangerang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak. 

Pasalnya, jumlah kasus ISPA pada balita di wilayah tersebut telah mencapai 51.300 kasus.

Tingginya angka kasus ISPA pada balita menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang. 

Selain dapat mengganggu kesehatan anak, penyakit ini juga berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: 129 Paspor Berserakan di Serpong Ternyata Hanya Sampul, Ini Penjelasan Imigrasi Tangerang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa sejumlah faktor dapat memicu tingginya kasus ISPA pada balita, salah satunya kondisi lingkungan yang kurang sehat.

Menurutnya, pencemaran udara masih menjadi faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya risiko gangguan pernapasan pada anak-anak.

“Pencemaran udara menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, kasus ISPA pada balita ditemukan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang yang mencakup 29 kecamatan. 

Meski jumlah kasusnya cukup tinggi, tidak ada satu wilayah tertentu yang mengalami lonjakan kasus secara signifikan dibandingkan kecamatan lainnya.

“Kasusnya relatif tersebar merata di seluruh kecamatan dan tidak ada daerah yang mendominasi secara signifikan,” ujarnya.

Dinkes Kabupaten Tangerang mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala ISPA pada anak. 

Orang tua diminta segera membawa balita ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau demam yang berkepanjangan.

Selain itu, upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan polusi udara, serta memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi agar daya tahan tubuh tetap optimal.

Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menekan risiko penularan dan mencegah kondisi kesehatan anak menjadi lebih serius.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.