Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat mencatat realisasi vaksinasi rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) baru mencapai 40,48 persen dari total target yang ditetapkan untuk tahun 2026.
Hingga akhir Mei 2026, petugas baru berhasil menyuntikkan vaksin kepada 3.692 ekor HPR dari keseluruhan target tahunan sebanyak 9.300 ekor HPR.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa capaian tersebut dikumpulkan dari pelaksanaan vaksinasi di delapan wilayah kecamatan yang ada di Jakarta Barat.
"Realisasi vaksinasi HPR baru 40,48 persen dari jumlah target vaksinasi tahun 2026 yakni 9.300 HPR," ujar Tanti saat dikonfirmasi.
Secara rinci per kecamatan, wilayah Kecamatan Kalideres telah melaksanakan vaksinasi sebanyak 781 HPR dengan rincian 47 ekor anjing, 720 ekor kucing,10 ekor kera dan 4 ekor musang.
Kecamatan Kembangan telah memvaksin sebanyak 645 HPR dengan rincian 106 ekor anjing, 534 ekor kucing, dan 5 ekor kera. Kemudian, Kecamatan Kebon Jeruk, telah memvaksin sebanyak 349 HPR dengan rincian 30 ekor anjing, 315 ekor kucing, satu ekor kera dan 3 ekor musang.
Kecamatan Palmerah telah memvaksin sebanyak 720 HPR dengan rincian, 48 ekor anjing, 667 ekor kucing, satu ekor kera dan 4 ekor musang. Kecamatan Grogol Petamburan telah memvaksin sebanyak 129 HPR dengan rincian 29 ekor anjing, 98 ekor kucing, dan 2 ekor kera.
Kecamatan Tambora, telah memvaksin 434 HPR dengan rincian 110 ekor anjing, 320 ekor kucing, dan 4 ekor kera. Kecamatan Taman Sari telah memvaksin 161 HPR dengan rincian 66 ekor anjing, dan 95 ekor kucing dan Kecamatan Cengkareng telah memvaksin 473 HPR dengan rincian 120 ekor anjing, 347 ekor kucing, 4 ekor kera dan 2 ekor musang.
Tanti mengungkapkan, guna mendongkrak persentase capaian dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya menerapkan strategi proaktif pada bulan ini.
"Vaksinasi bulan ini baru dilaksanakan dengan layanan jemput bola di lingkungan RW," katanya.
Ia menegaskan bahwa program vaksinasi rabies ini merupakan langkah preventif vital. Tujuannya, tidak hanya untuk menjaga imunitas dan kesehatan hewan peliharaan, tetapi juga memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat dari risiko fatal penularan rabies.
Selain fokus mengejar target persentase vaksinasi, Sudin KPKP Jakarta Barat juga menjalankan program pendukung berupa sterilisasi hewan. Langkah ini diambil sebagai upaya humanis dan berkelanjutan dalam mengontrol populasi HPR.
"Menekan laju pertumbuhan populasi kucing serta meningkatkan kualitas kesehatan hewan," ucapnya.





