Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Minat Pendaftar SPMB di Padalarang Tetap Tinggi
Kemal Setia Permana June 09, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kecamatan Padalarang terus meningkat setiap tahun. 

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan jumlah sekolah negeri di wilayah tersebut yang hanya memiliki dua SMA Negeri dan satu SMK Negeri.

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, mengatakan tingginya jumlah pendaftar tidak hanya berasal dari Kecamatan Padalarang, tetapi juga dari sejumlah wilayah sekitar.

"Pendaftar tidak hanya didominasi dari Kecamatan Padalarang, tetapi juga berasal dari Kecamatan Cipatat, perbatasan Kecamatan Ngamprah, hingga wilayah pinggiran sebelum Batujajar. Itu merupakan wilayah irisan yang banyak mendaftar ke SMA negeri di Padalarang," ujar Lina, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, calon murid baru dari luar wilayah domisili umumnya memanfaatkan jalur lain selain domisili, seperti jalur prestasi rapor, kejuaraan, cerdas bakat istimewa, afirmasi, maupun keluarga ekonomi tidak mampu (KETM).

Baca juga: Perjuangan 85 Kilometer Tak Sia-sia, Zidni Dari Indramayu Tembus Sekolah Maung Impiannya Di Cirebon

Berdasarkan hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), kapasitas penerimaan siswa di SMAN 1 Padalarang hanya sebanyak 432 orang. Sementara jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 700 orang. Jika ditambah dengan pilihan sekolah kedua, jumlah pendaftar diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang.

"Artinya, tidak semua calon murid baru dapat terakomodasi, terutama pada jalur domisili yang berada di sekitar sekolah," katanya.

Lina menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi mendorong pemberdayaan sekolah swasta sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

"Kami memang memiliki keterbatasan kuota dan kapasitas. Karena itu, siswa yang belum tertampung akan diarahkan ke sekolah lain, termasuk sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah untuk menampung peserta didik," ujarnya.

Pihak sekolah juga terus memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa tidak semua pendaftar dapat diterima di sekolah negeri. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan bagi sekolah swasta agar biaya pendidikan lebih terjangkau.

"Kami menyampaikan kepada orang tua bahwa sekolah swasta saat ini juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi. Selain itu, di Kecamatan Padalarang juga tersedia layanan SMA Terbuka," katanya.

Menurut Lina, SMA Terbuka menjadi alternatif bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi atau sudah bekerja namun tetap ingin melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Majalengka Tangani Lima Ruas Jalan Strategis Tahun Ini

"Siswa tetap memperoleh ijazah yang sama dengan sekolah reguler. Sistem pembelajarannya menggunakan modul dengan pertemuan bersama guru pembimbing yang dilakukan secara berkala, sehingga mereka masih bisa bekerja sambil bersekolah," jelasnya.

Ia menambahkan, SMA Terbuka yang berada di SMAN 2 Padalarang merupakan salah satu sekolah percontohan yang bertujuan menekan angka putus sekolah dan memberikan akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah di wilayah Padalarang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.